Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Berukuran 7×10 Meter, Tempe Raksasa Bikinan Pemkab Grobogan Tembus Rekor MURI

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tiga dari kiri) beserta Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto mengunjungi lokasi pembuatan tempe raksasa yang ditempatkan di ruang rapat paripurna II DPRD Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan kembali mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Kali ini, rekor yang tercatat berkaitan dengan pembuatan tempe raksasa berukuran 7 x 10 meter. Pembuatan tempe raksasa yang memiliki ketebalan 4 cm tersebut juga tercatat dalam rekor dunia.

Piagam penghargaan pemecahan rekor diserahkan Eksekutif Manajer Muda MURI Sri Widayati kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Penyerahan penghargaan dilangsungkan dalam acara pembukaan Grobogan Ekspo di alun-alun Purwodadi yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (30/11/2017). Penyerahan penghargaan juga disaksikan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto.

Usai penyerahan penghargaan dilanjutkan dengan mengunjungi lokasi pembuatan tempe raksasa yang ditempatkan di ruang rapat paripurna II DPRD Grobogan. Pembuatan tempe raksasa sudah mulai dilakukan sejak tiga hari sebelumnya.

Eksekutif Manajer Muda MURI Sri Widayati menyerahkan penghargaan kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

”Untuk pembuatan tempe raksasa disiapkan kedelai sekitar 2 ton. Bahan baku pembuatan tempe diambilkan dari kedelai lokal. Pembuatan tempe juga didukung Dinas Pertanian Grobogan dan berbagai pihak lainnya,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Pradana Setyawan.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, pembuatan tempe sengaja dipilih dengan bahan baku kedelai lokal yang saat ini sedang dikembangkan Pemkab Grobogan. Penggunaan bahan kedelai lokal ini salah satu tujuannya untuk mengurangi ketergantungan dengan barang impor. 

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...