Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

5 Warga Wonogiri Tewas Akibat Banjir dan Longsor 

Longsor yang terjadi di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. (Facebook)

MuriaNewsCom, Wonogiri – Bencana alam melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Seperti di Kabupaten Wonogiri. Bencana alam berupa tanah longsor dan banjir terjadi. Ada lima orang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi.

“Data terakhir malam ini, kami berhasil mengevakuasi lima jenazah di tiga lokasi yang berbeda. Dua jenazah di Ngelo, Kecamatan Tirtomoyo, satu jenazah di Nglencung, Kecamatan Tirtomoyo, dan dua jenazah di Batu Sari, Kecamatan Manyaran,” ungkap Ketua Divisi Operasi Tim SAR Wonogiri, Ashari Mursito Wisnu, yang dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/11/2017) malam dikutip dari Kompas.com.

Menurut hasil identifikasi tim, kata Wisnu, dua korban tanah longsor di Ngelo bernama Suyanti (65) dan Sriwanti (45). Sementara korban tanah longsor di Nglencung bernama Wagiyah (95).

Untuk dua jenazah yang dievakuasi karena hanyut terseret arus banjir di Desa Batu Sari, Kecamatan Manyaran, bernama Painem (50) dan Aditya (18).

Saat ini kelima jenazah yang berhasil dievakuasi sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Wisnu menambahkan, saat ini tim SAR Wonogiri berjaga di beberapa titik lantaran hujan masih terus mengguyur kota gaplek tersebut. “Saat ini kami standby di Tirtomoyo, Pracimantoro, Giriwoyo, Baturetno, dan posko induk,” jelas Wisnu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan, selain ada warga yang meninggal dunia, juga ribuan warga mengungsi sejak kemarin. Posko pengungsian berada di masing-masing desa terdampak, kantor kecamatan dan kantor BPBD.

“Pengungsi mulai berkurang, karena banjir mulai surut. Tapi kalau yang rumahnya roboh masih harus mengungsi. Ada juga banjir luweng, masih ada yang mengungsi,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan logistik, telah didistribusikan. Termasuk juga di setiap posko juga telah didirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga.

Selain itu pula, salah satu rumah milik Lamto, warga Dusun Joho, Desa Sambiharjo, Kecamatan Paranggupito, juga amblas bagian bawahnya. Tepatnya di bagian bawah dapur selebar 3 meter.

Kejadian bermula saat banjir dengan ketinggian 2 meter menggenangi wilayah tersebut pada Selasa (28/11/2017). Akibat banjir, 5 keluarga langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman.Adapun rumah yang menjadi korban banjir adalah milik Pardi, Tarno, Soiman, Lamto, dan Tukino. Semuanya berada di Dusun Joho.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...