Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Wahyudi, Pemuda Desa Tarub yang Kakinya Membesar Sebesar Bola Dikenal Sebagai Imam Musala

Kades Tarub Ali Maskuri sedang memberikan penjelasan pada Bupati Grobogan Sri Sumarni terkait penyakit yang diderita Wahyudi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganMeski kakinya sakit hingga membengkak segede bola, namun Wahyudi tetap rajin salat jamaah di musala yang berjarak sekitar 50 meter di sebelah selatan rumahnya. Selama ini, pemuda 23 tahun itu dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah dan fasih membaca Al Quran.

Sebelum kakinya di bagian paha kiri membesar, Wahyudi sering bertindak sebagai imam di musala. Selain itu, saat memasuki waktu salat, Wahyudi juga seringkali mengumandangkan azan di musala tersebut.

Setelah kakinya makin besar bengkaknya, Wahyudi terpaksa harus salat dengan duduk. Kondisi itulah yang membuatnya lebih memilih jadi makmum saat salat berjamaah di musala.

”Alhamdulillah, saya masih berupaya untuk bisa salat jamaah ke musala. Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dari banyak pihak. Semoga, saya masih diberikan kesembuhan,” kata Wahyudi, usai dijenguk Bupati Grobogan Sri Sumarni dirumahnya di Dusun Trisik, Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Selasa (28/11/2017).

Meski kakinya membesar, Wahyudi masih bisa berjalan menuju musala. Saat berjalan memang tidak bisa seperti ketika masih normal. Soalnya, kedua tangannya harus memegangi kaki kirinya saat berjalan sehingga terlihat membungkuk.

”Meski kakinya membengkak namun tulangnya masih normal sehingga bisa untuk berjalan. Kadang, Wahyudi juga pakai bantuan kruk untuk beraktivitas ke kamar mandi atau ke musala,” kata Kades Tarub Ali Maskuri.

Ali menyatakan, selama ini, Wahyudi memang dikenal sebagai anak yang pendiam tetapi sangat rajin dan taat beribadah. “Saat sekolah dulu, dia termasuk anak yang cukup pandai dan orangnya memang pendiam. Kalau ada kegiatan desa, Wahyudi juga sering terlibat,” katanya.

Pembengkakan kaki Wahyudi terjadi secara bertahap sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, dibagian paha kirinya sempat ada benjolan kecil yang biasa disebut uci-uci.

Pihak keluarga sempat memeriksakan benjolan kecil ke rumah sakit. Bahkan, sempat pula diambil tindakan medis terhadap benjolan kecil tersebut.

”Beberapa bulan kemudian, kaki Wahyudi mulai membengkak. Makin lama, pembengkakannya jadi tambah besar. Diperkirakan, itu penyakit kanker,” jelas Ali.

Pihak keluarga sudah beberapa kali membawanya ke rumah sakit namun belum membawa kesembuhan. Pihak keluarga saat ini juga sedang berupaya mencari informasi pengobatan alternatif untuk kesembuhan Wahyudi supaya bisa beraktivitas seperti semula. 

Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.