Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ganjar Minta Sri Mulyani Agar Tak Ikut-ikutan Ketangkap KPK

Sri Mulyani, Bupati Klaten. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Sri Mulyani, Senin (27/11/2017) hari ini resmi menjabat sebagai Bupati Klaten, setelah bupati sebelumnya Sri Hartini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melantik Sri Mulyani yang sebelumnya menjabat sebagai wakil bupati Klaten.

Sebelumnya, Sri Hartini ditangkap KPK atas kasus jual beli jabatan di lingkup Pemkab Klaten. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang mejatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepada Sri Hartini.

Dalam pelantikan yang digelar di Gedung Gradhika Bhkati Praja, kompleks kantor gubernuran, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Ganjar berpesan agar Sri Mulyani tak mengikuti jejak pendahulunya melakukan KKN, sehingga harus berurusan dengan KPK.

“Klaten pasti sudah belajar dari kejadian sebelumnya. Maka, yang kita dorong adalah reformasi birokrasinya, bagaimana membangun integritas, penataan sistem. PR Bu Sri Mulyani harus meletakkan kembali dasar-dasar tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Ganjar.

Ganjar meminta Bupati Sri Mulyani mengundang KPK untuk melakukan koordinasi, supervisi, dan pencegahan. Agar kasus jual beli jabatan atau kasus korupsi lainnya serupa tak terulang lagi.

“Semua pejabat serahkan LHKPN, anggaran transparan, adanya kanal-kanal informasi sebagai fungsi kontrol masyarakat,” ujarnya.

Ganjar juga meminta Bupati Klaten Sri Mulyani fokus pada penurunan angka kemiskinan di kabupaten setempat yang masih cukup tinggi.

“Setiap melantik kepala daerah, saya selalu minta yang bersangkutan bisa mendeteksi satu per satu warganya yang miskin siapa, kondisinya seperti apa, kira-kira mereka tidak miskin lagi kapan dengan politik anggaran, serta politik legislasi,” katanya.

Baca : Bupati Klaten Sri Hartini Divonis 11 Tahun Penjara

Sementara itu, Sri Mulyani menyatakan siap untuk melakukan penataan birokrasi. Ia menyebut, akan segera melakukan pengisian puluhan jabatan yang kosong, tanpa menggunakan praktiuk jual beli jabatan.

“Ada 80-an jabatan yang kosong, segera kami rapatkan dengan Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) untuk lakukan pengisian,” terangnya.

Setelah dilantik, Sri Mulyani untuk sementara akan bekerja sendirian tanpa wakil. Sementara untuk pengisian posisi wakil, ia pasrahkan kepada partai pengusungnya yakni PDI Perjuangan dan Partai NasDem.

Namun ia berharap, figur yang nantinya diajukan adalah seorang laki-laki. “Inginnya sih cowok. Harapannya bisa cepat ditentukan wakilnya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...