Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Hibur Warga Pati dengan Main Ketoprak Bareng Forkopimda

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) memerankan sebagai Panembahan Senopati dalam pagelaran ketoprak di Alun-alun Pati, Jumat (24/11/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut bermain ketoprak bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati di Alun-alun Pati, Jumat (24/11/2017) malam.

Dalam pagelaran ketoprak Projo Budoyo yang mengambil lakon “Sumilaking Pedhut ing Bumi Mataram” tersebut, Ganjar mengambil peran sebagai Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram.

Sementara Bupati Pati, Haryanto memerankan Ki Papuan dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin memerankan Patih Sandang Rogo. Ada pula Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan yang berperan sebagai Ki Ageng Gondang Rejo dan Dandim 0718/Pati memerankan Ki Ageng Kali Jambe.

Sejumlah bintang tamu yang hadir, di antaranya Yati Pesek, Gareng Semarang, dan Ki Dalang Warseno Slank. Penampilan mereka di atas panggung menarik perhatian lebih dari seribu penonton.

“Ketoprak selain berfungsi sebagai tontonan, juga memberikan tuntunan kepada masyarakat. Saya berharap, kesenian ketoprak di Kabupaten Pati terus lestari,” ujar Ganjar.

Sementara Haryanto menuturkan, pagelaran ketoprak yang diikuti pejabat Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pati itu, menjadi bagian dari upaya untuk nguri-uri tradisi dan kebudayaan Jawa, terutama ketoprak.

Menurutnya, seni ketoprak bisa memberikan edukasi di tengah perkembangan globalisasi yang begitu pesat. Melalui pelestarian ketoprak, Haryanto menilai budaya adiluhung Jawa tidak akan punah.

Saiful Arifin menambahkan, Pati selama ini dikenal dengan budaya ketopraknya. Di saat daerah lain sudah mulai melupakan ketoprak, warga Pati masih terus eksis menghadirkan pagelaran ketoprak pada even tertentu seperti sedekah bumi, mantu, sunatan, dan tradisi lainnya.

Karena itu, dia mengajak kepada masyarakat Pati untuk terus mencintai kesenian dan budaya Jawa. Sebab, bangsa yang hebat tidak akan pernah melupakan budaya, jati diri dan kearifan lokal yang dimiliki.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...