Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gara-gara UMK 2018, Buruh Ancam Tarik Dukungan dari Ganjar

Buruh di Kota Semarang melakukan aksi tabur bunga atas penetapan UMK Jateng 2018. (Radio Idola)

MuriaNewsCom, Semarang – Penetapan Upah Minum Kabupaten/Kota (UMK) Jateng tahun 2018 oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo 20 November 2017 lalu, mendapat tentangan dari para buruh.

Jumat (24/11/2017), massa yang mengatasnamakan Aliansi Buruh Jawa Tengah dan Aliansi Buruh Kota Semarang, menggelar aksi di depan kantor Gubernuran Jalan Pahlawan Semarang, dan depan Balai Kota Semarang. Di depan balai kota, para buruh juga melakukan aksi tebar bunga.

Para buruh Kota Semarang menuntut kenaikan UMK 2018 sebesar Rp 2,7 juta. Sedangkan dalam keputusan Gubernur Jateng, Kota Semarang memang tetap tertinggi dari 34 kabupaten kota lainnya namun tidak memenuhi tuntutan buruh yaitu Rp 2.310.087,50.

Koordinator aksi, Zainudin mengatakan, aksi ini sebagai bentuk kekecewaan kepada gubernur.

Padahal menurut dia, Ganjar pernah menandatangani kontrak sosial yang menyatakan akan menyelaraskan upah buruh dengan pembangunan. Tetapi nyatanya dalam perjalanannya sebagai gubernur mengkhianati kontrak tersebut.

“kami dari Aliansi Buruh Jawa Tengah menyatakan sikap akan mencabut dukungan Ganjar Pranowo dan partai politik yang tidak pro terhadap buruh serta tidak memerjuangkann nasib buruh. Ternyata, janjinya tidak pernah dibuktikan sampai sekarang,” katanya.

Aksi unjukrasa ini berlangsung tertib hingga mereka membubarkan diri. Meski demikian, aksi tersebut tetap mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

Untuk langkah-langkah selanjutnya, Aliansi Buruh akan mendiskusikan dengan federasi dan konfederasi di Jawa Tengah, termasuk jika nanti  mau menempuh gugatan.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...