Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

11 Kecamatan di Jepara Masuk Zona Merah Persebaran HIV AIDS, Ini Daftarnya 

Ilustrasi 

MuriaNewsCom, Jepara – Persebaran pengidap HIV-AIDS di Kabupaten Jepara paling banyak berada di wilayah utara. Namun dengan pola sosiologis yang berubah, diprediksi persebarannya akan bergeser ke wilayah selatan Bumi Kartini. 

Dalam peta persebaran HIV AIDS Dinas Kesehatan Jepara, 11 kecamatan yang masuk wilayah utara kabupaten tersebut diarsir dengan warna merah. Warna tersebut menunjukkan banyaknya penderita HIV atau ODHA.

Kesebelas kecamatan tersebut adalah Kecamatan Bangsri yang menempati urutan pertama dengan 108 orang pengidap HIV, disusul Kecamatan Kembang 80 orang, Keling 49, Mlonggo 67, Donorojo 66, Pakisaji 56, Kota Jepara 78, Tahunan 43, Batealit 32, Kedung 66 dan Pecangaan 69.

Sementara itu, di wilayah selatan, Kecamatan Kalinyamatan ada 26 pengidap HIV AIDS, Mayong 27, Welahan 28 dan Nalumsari 31. 

“Wilayah di bagian selatan Jepara (Kalinyamatan, Mayong, Welahan dan Nalumsari) saat ini memang berwarna kuning (dalam peta penyebaran temuan kasus HIV AIDS). Namun bukan tidak mungkin dengan memerhatikan pola kehidupan seperti yang sekarang, dalam lima tahun lagi kita prediksi warnanya akan lebih merah daripada yang kini sudah merah (wilayah utara),” ucap M. Fakhrudin Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jepara, Rabu (22/11/2017). 

Menurutnya, beberapa faktor yang meningkatkan persebaran penyakit ini adalah pekerja pendatang (boro), maraknya lelaki penyuka lelaki, janda berusia muda, pekerja seks online, ibu rumah tangga yang nyambi dan waria. 

Oleh karenanya, Dinkes Jepara telah melakukan beberapa langkah untuk menangani hal itu. Diantaranya menunjuk seluruh puskesmas di Bumi Kartini untuk dapat menyelenggarakan Voluntary Counseling Test (VCT), VCT mobile, menggandeng komunitas LSL, Waria dan pekerja seks. Disamping itu, dinas kesehatan juga telah membentuk Warga Peduli AIDS (WPA).

“Pembentukan WPA untuk mengurangi efek stigmatisasi yang dialami oleh Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Selain itu, hal itu kita bentuk untuk mendorong tes di tingkat desa lebih banyak lagi. Sudah ada sekitar 30 WPA yang terbentuk, target kita akan kita tingkatkan lagi,” ujarnya. 

Kedepan, pihaknya juga berencana untuk memperluas jangkauan suplai obat ARV (Antiretroviral). Saat ini, baru Puskesmas Bangsri, Mlonggo, Pecangaan dan Donorojo yang melayani pengambilan obat tersebut. 

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...