Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Astaga, Gerombolan Rampok di Bae Kudus Juga Gasak Uang Musala

410
Korban perampokan masih syok setelah gerombolan perampok membobol rumahnya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gerombolan rampok yang beraksi di Dukuh Jatisati RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, tak hanya melukai pemilik rumah. Selain menjarah perhiasan dan surat berharga, mereka juga menggasak uang receh musala setempat.

Afrodhi (51) saksi sekaligus korban perampokan menyebutkan, gerombolan rampok yang menyatroni rumahnya juga mengambil uang kas musala. Padahal, saat digasak, uang tersebut kebanyakan berisi uang receh. 

“Total uang kas musala sekitar Rp 2 jutaan. Semuanya dibawa. Padahal, kami sudah bilang itu uang milik muasala,” katanya yang dipercaya sebagai bendahara musala kepada wartawan, Senin (20/11/2017).

Menurut pengusaha jual beli mobil bekas ini, uang kas musala diambil setelah menganiaya istrinya, Masroh (47). Ia kemudian dipaksa menunjukkan barang berharga dan uang kepada perampok. Akhirnya, uang kas juga ikut diambilnya.

Baca: Rampok di Bae Kudus Sikat Habis Perhiasan dan Surat Berharga Senilai Rp 100 Juta

Sebelumnya, rampok yang diduga berjumlah empat orang berhasil menyikat habis perhiasan dan surat-surat berharga. Jika ditotal, semua barang yang digasak mencapai Rp 100 jutaan.

”Perhiasan itu baru kami tebus dari pegadaian. Semua diambil tanpa sisa,” kata Afrodhi.

Ia menjelaskan, rampok tersebut mengambil semua perhiasan setelah melakukan penganiayaan. Ia dan istri dipaksa menunjukkan semua tempat penyimpanan barang berharga.

”Meski sempat melakukan perlawanan, tapi sia-sia. Baik saya dan istri semua kena pukul. Akhirnya istri saya menunjukkan tempat penyimpanan barang-barang berharga,” tegasnya.

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Afrodhi menceritakan, saat perampok masuk, dia dan istrinya sedang tidur terlelap. Ia baru sadar rumahnya dimasuki rampok saat terbangun melihat mengetahui lampu rumahnya menyala. Padahal sebelum tidur lampu itu sudah dimatikan.

”Saya kaget melihat rumah sudah terang. Kemudian saya ke luar melihat keadaan, ternyata sudah ada segerombolan orang yang masuk ke dalam kamar saya,” katanya.

Mengetahui ada orang tak dikenal masuk rumah, ia mencoba memberikan perlawanan. Namun dengan jumlah perampok yang lebih banyak, dia tak kuasa melawannya sendiri meskipun berada dalam rumahnya.

Baca: Warga Bae Kudus Ini Coba Lawan Gerombolan Rampok, Namun Begini Akhirnya

”Perampok berjumlah empat orang, jadi saya tak bisa melawannya sendirian. Keempatnya menggunakan penutup kepala,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kawanan perampok tersebut beraksi cukup lama di rumahnya. Perampokan tersebut menggasak sejumlah perhiasan milik pasangan suami istri dan uang senilai jutaan rupiah.

”Pelaku masuk lewat pintu jendela depan rumah dengan cara mencongkelnya. Karena saat saya cek sudah rusak,” imbuhnya

Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.