Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pacu Potensi Maritim, BBM Nelayan Pati Bakal Dikonversi ke Gas

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (tiga dari kanan) saat melihat bantuan konversi BBG untuk nelayan dari Kementerian ESDM. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah dengan potensi maritim terbesar di Indonesia. Hal itu yang membuat Pemkab Pati terus mengembangkannya sebagai upaya untuk memajukan Pati.

Salah satu bentuk upaya untuk melejitkan potensi maritim, nelayan mendapatkan bantuan berupa paket konversi bahan bakar minyak (BBM) menuju bahan bakar gas (BBG). Paket itu berupa satu mesin, dua tabung gas, dan satu baling-baling perahu.

“Konversi dari BBM ke BBG akan mengubah kebiasaan penggunaan mesin. Manfaatnya bisa langsung dirasakan, karena pemakaian bahan bakar menjadi lebih efisien,” ujar Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Jumat (17/11/2017).

Nelayan di Pati sendiri mendapatkan bantuan sebanyak 345 paket dari pengusulan Pemkab Pati ke pemerintah pusat sebanyak 704 paket. Nelayan yang belum mendapatkan bantuan paket konversi BBG akan diusahakan mendapatkan pada tahun depan.

Bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut diprioritaskan untuk nelayan kecil dengan kriteria perahu di bawah 5 GT. Di Indonesia, ada 17 ribu paket konversi yang bersumber dari dana APBN.

“Pati memiliki bonus geografi maritim yang bagus. Potensi ini sebetulnya sudah lama diperhitungkan dalam skala nasional. Saat ini, Pemkab Pati terus kita pacu supaya bisa lebih berkembang,” tuturnya.

Secara terpisah, perwakilan dari Kementerian ESDM, Sugiarto menjelaskan, bantuan konversi diberikan kepada nelayan yang masih menggunakan bahan bakar bensin.

“Jika dibandingkan, nelayan rata-rata memakai tiga liter bensin untuk melaut. Untuk penggunaan BBG, satu tabung bisa dipakai untuk tiga hari,” kata Sugiarto.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pati Edy Martanto menuturkan, jumlah 704 usulan penerima bantuan baru terealisasi 345 paket disebabkan 459 paket yang diusulkan memakai BBM solar.

Sementara sampai saat ini, Kementerian ESDM masih belum punya teknologi tersertifikasi untuk alat konversi solar ke BBG. Namun, dia berharap pemerintah sudah memiliki teknologi konversi BBM solar ke BBG tahun depan.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...