Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemdes Pancur Akan Bentuk Perdes Terkait Pengelolaan Tambang

Kades Pancur Miftakhul Rokhib saat memimpin rapat, belum lama ini. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Desa Pancur, Kecamatan Mayong berencana membentuk Peraturan desa (Perdes) tentang Lingkungan Hidup. Selain mengatur pelestarian alam, didalam peraturan itu juga akan memuat pengelolaan lokasi tambang batu yang ada di wilayah tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Kades Pancur Miftakhul Rokhib, Jumat (17/11/2017). Menurutnya, wilayahnya dikenal sebagai penghasil material batu belah.

Selama ini, menurutnya, belum ada peraturan yang secara spesifik mengatur terkait pra tambang maupun pasca penambangan (reklamasi). 

“Perdes tersebut masih dalam kajian studi, karena kami perlu landasan yang kuat. Perturan itu kami ajukan bersama Badan Permusyawaratan Desa. Tujuannya satu, untuk melindungi alam yang kedua untuk melindungi warga, baik yang bekerja disana maupun disekitarnya,” ujarnya.

Dikatakannya, potensi pertambangan batu belah di Pancur mencapai 10 hektar. Selama ini penambang, melakukan kegiatan produksi secara berpindah-pindah. 

Sementara itu, penanganan pasca penambangan (reklamasi) menurut Rokhib belum berjalan sesuai dengan prosedur. “Setelah ditambang memang lahan subur bisa ditanami tumbuh-tumbuhan, namun apakah itu sudah sesuai dengan standar operasinya?” tuturnya.

Disamping itu, pihaknya juga ingin agar penambang diwilayah Desa Pancur telah mengantongi izin dari dinas terkait. Hal itu untuk memastikan legalisasi usaha dan kontribusi kepada pemerintah desa. Karena menurut Rokhib, efek dari kegiatan penambangan sedikit banyak berpengaruh pada lingkungan desa.

“Kita juga ingin memastikan bahwa pekerja agar selamat. Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kejadian longsor ataupun yang lain, namun rencana pembentukan perdes ini untuk tujuan kedepan,” jelasnya.

Selain perdes lingkungan hidup, menurut Rokhib ada dua perdes yang dibentuk. Yakni Perdes tradisi dan budaya serta pengelolaan aset desa.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...