Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

9 Taruna Akpol Penganiaya Junior Hingga Tewas Divonis 6 Bulan, Hari Ini Langsung Bebas

Para taruna Akpol saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Sembilan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang yang menjadi terdakwa penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya adik junior mereka Brigdatar Muhammad Adam, dijatuhi vonis selama 6 bulan kurungan penjara.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Sembilan terdakwa selama 1 tahun 6 bulan.

Dengan vonis ini maka, sembilan terdakwa itu diperkirakan bisa langsung bebas hari ini. Karena putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang dipimpin hakim Casmaya menyebut vonis enam bulan itu dipotong masa tahanan.

Vonis ini dibacakan dalam sidang di PN Semarang, Jumat (17/11/2017). Kesembilan terdakwa yang dijatuhi vonis ini yakni Joshua Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra Zulkifli Pratama Ruray, Praja Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto, dan Hery Avianto.

“Menjatuhkan hukuman masing masing selama enam bulan,” ujar Casmaya.

Hakim menyebut, kesembilan terdakwa terbukti melanggar pasal 170 KUHP ayat 1. Para terdakwa terbukti melakukan kekerasan terhadap orang secara bersama-sama.

Dalam pertimbangannya, hakim menilai para terdakwa terbukti melakukan pemukulan terhadap yuniornya. Namun, pemukulan tersebut tidak sampai mengakibatkan 21 taruna akpol berhalangan dalam melaksanakan aktivitasnya.

“Kesembilan terdakwa bukan merupakan pelaku yang menyebabkan meninggalnya taruna tingkat II M Adam,” kata Casmaya.

Putusan hakim itu disambut isak tangi para terdakwa dan keluarganya. Pasalnya dengan vonis ini, sembilan terdakwa itu bisa langsung bebas dari tahanan Polda Jateng.

Kuasa hukum terdakwa, D Djunaedi, mengatakan vonis hakim itu membuat para terdakwa bisa dibebaskan dari tahanan Polda Jateng.

“Sudah bisa dibebaskan hari ini, ini kami sedang tunggu petikan hasil sidang dari panitera,” kata Djunaedi.

Setelah dibebaskan, para terdakwa akan menjalani proses internal di Akademi Kepolisian. Dia berharap para terdakwa ini nantinya bisa melanjutkan pendidikan di Akpol. “Harapan kami tentunya masih bisa melanjutkan pendidikannya di Akpol,” kata Djunaedi.

Menurutnya, para terdakwa merupakan putra terbaik yang mewakili daerahnya masing-masing untuk menjadi perwira polisi.

“Semoga nanti proses internal di Akpol bisa melihat fakta persidangan. Hakim pun menyatakan apa yang dilakukan para terdakwa itu bentuk pembinaan. Terlebih anak anak ini berprestasi secara akademik,” terangnya.

Meski demikian, Djunaedi dan JPU juga masih menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim ini.

Seperti diketahui, empat belas Taruna Akpol melakukan penganiayaan terhadap juniornya. Akibatnya, salah satu juniornya Brigadir Taruna Dua (Brigdatar) Muhammad Adam, meninggal dunia.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...