Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

2019 Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga Dibuka untuk Penerbangan Umum

Penandatanganan MoU kerja sama pengelolaan dan pengembangan Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Bandara Jenderal Soedirman (BJS) di Purbalingga dalam akan segera dioperasikan untuk kepentingan komersial. Hal ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan PT Angkasa Pura II.

Penandatanganan MoU dilakukan di Ruang Cenderawasih, Hotel Bandara, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Selain Ganjar, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin, Asisten Logistik KSAU Marsekal Muda TNI Yadi Husyadi, Direktur Utama Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) /Airnav Indonesia Novie Riyanto, dan Bupati Purbalingga, Tasdi.

Ganjar menyebut, MoU ini menjadi dasar pelaksanaan pembangunan bandara komersial BJS yang berada di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Purbalingga itu. Bandara ini sebelumnya dikenal sebagai pangkalan Udara (Lanud) Wirasaba tipe C yang dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara.

PT Angkasa Pura II yang akan menjadi operator BJS akan mulai merealisasikan pembangunan fisik dengan finalisasi Detail Enginering Design (DED).

“Rencananya pertengahan Desember 2017 bisa groundbreaking dan kita berharap Desember 2018 sudah operasional tapi kalau tadi bicara kayaknya visible-nya awal 2019,” kata Ganjar.

PT Angkasapura II telah menyiapkan anggaran Rp 350 miliar untuk mendukung hal ini. Di antaranya untuk membangun berbagai sarana prasarana pendukung seperti runway, taxiway, bangunan terminal seluas 3.000 meter persegi dan sarana lain.

Untuk landasan pacu, dari sekarang 850 meter, akan diperpanjang menjadi 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Tahap selanjutnya akan diperpanjang lagi menjadi 2.000 hingga 2.400 meter.

Pemkab Purbalingga juga mendapat izin penggunaan lahan milik Markas besar TNI Angkatan Udara di Kemangkon Purbalingga untuk dibuat jalan akses bandara sepanjang 420 meter dan lebar 20 meter.

Ganjar mengatakan, rencana pengembangan lanud Wirasaba sudah sejak 2006. Namun terkatung-katung tidak jelas.

Bandara ini tidak hanya dibutuhkan untuk Purbalingga tapi daerah lain di sekitarnya. Yakni Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kebumen. Termasuk beberapa kabupaten di Pantura juga akan diuntungkan, seperti Pekalongan, Pemalang, Tegal, dan Brebes.  

Dengan dibukanya penerbangan umum di bandara ini, Ganjar membidik berkembangnya sektor pariwisata di Jateng bagian tengah dan barat.

Dengan semakin mudahnya akses menuju Baturraden dan Dieng, kunjungan wisatawan pun semakin deras.  “Dampaknya perekonomian pun meningkat karena pariwisata kan efek dominonya besar sekali,” lanjutnya. 

Selain itu sektor industri juga akan meningkat. Ganjar memberi contoh bagaimana perkembangan ekonomi di Banyumas yang bertumbuh cepat sekali.

“Misalnya ada pabrik wig di sana yang sudah eksport, kalau ada bandara akan lebih cepat lagi ekonominya,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...