Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Berusaha Melarikan Diri, Maling Motor di Jepara Ditembak Polisi


Gepeng (dua dari kiri) dan Robby (tiga dari kiri) hanya bisa tertunduk ketika dihadapkan kepada awak media saat jumpa pers di Polres Jepara, Rabu (15/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua maling spesialis kendaraan bermortor di Jepara dicokok polisi. Mereka diketahui residivis yang telah berulangkali melakukan aksi pencurian di berbagai wilayah. 

Dalam penangkapan tersebut, satu di antara pelaku terpaksa dihadiahi timah panas di bagian kaki. Itu dilakukan lantara, ia berusaha melarikan diri.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto mengungkapkan, tersangka yang pertama kali ditangkap adalah Robby. Saat melakukan aksinya Jumat (10/11/2017), ia bersama rekannya Gepeng yang bernama asli Sukari.

Robby saat itu menjadi pengawas lapangan dengan menunggangi Motor Honda Beat, sedangkan Gepeng yang melaksanakan aksi ‘petik’ motor. Saat akan menggasak motor Honda Vario No K 2975 BV milik Sumiati (48) warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit, aksinya diketahui oleh warga yang meneriaki mereka maling.

Baca: Penasaran, Bom Asap yang Ditemukan di Kudus Sempat Dibuka Paksa

Sontak, Gepeng pun mengurungkan niatnya dan melarikan diri dengan membonceng motor yang dikendarai oleh Robby. Saat kabur, kedua pelaku terlibat aksi kejar-kejaran dengan warga yang geram dengan aksi mereka. 

Hingga akhirnya seorang warga sengaja menabrakan motornya, ke motor yang ditunggangi kedua pelaku. Jatuh, Robby berhasil diamankan dan mendapat bogem mentah dari warga.

Sementara Gepeng berhasil kabur. Beruntung aksi massa tak berlanjut karena polisi segera datang dan membawa tersangka.

“Dari hasil pengembangan, maka kami dapat menangkap Sukari alias Gepeng. Keduanya adalah residivis kasus pencurian yang baru berkenalan sehabis keluar dari penjara,” ujar Suharto, Rabu (15/11/2017). 

Polisi terpaksa menembak kaki Gepeng, karena berusaha melarikan diri. 

Baca: Kunduran Kontainer, Mobil Pengangkut Uang ATM di Jepara Ringsek

Di depan awak media, Gepeng mengakui perbuatannya. Selain sebagai pencuri ia mengaku sempat berperan sebagai penadah barang curian. 

Sementara Robby mengaku baru dua bulan keluar dari penjara. Ia mengaku mendekam di penjara selama delapan bulan karena aksi penxurian.  Adapun setiap kali melakukan aksinya, ia diupah sebesar Rp 800 ribu oleh penadah.

“Saya hanya bertugas mencuri saja. Kalau berhasil saya dikasih upah delapan ratus ribu rupiah. Sasaran saya biasanya motor matic,” akunya.

Keduanya diancam pidana selama maksimal 7 tahun karena melangggar pasal 363 KUHP. 

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...