Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bertambah Satu Orang, Siswa Keracunan Jajanan Sekolah di Kudus Total 16 Orang

288
Dokter Aziz Achyar memeriksa kondisi siswa yang mengalami keracunan makanan, Jumat (10/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Jumlah korban keracunan jajan sekolah di SDN Kayuapu, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae bertambah satu orang. Dengan tambahan tersebut, total siswa yang keracunan berjumlah 16 orang.

Direktur RSUD dr Aziz Achyar mengatakan,  siswa tersebut bernama Malina, siswi kelas lima. Kondisinya saat ini cukup memprihatinkan lantaran  tidak langsung mendapat perawatan medis.

”Habis Jumatan tadi ada susulan satu siswa. Sama seperti teman-temannya, siswa tersebut juga mengalami keracunan makanan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Baca: Belasan Siswa SD Kayuapu Kudus Keracunan Jajan Sekolah

Berdasarkan keterangan keluarga, lanjut dr Aziz Achyar, sepulang sekolah korban tak menunjukkan tanda-tanda keracunan. Hanya setelah beristirahat, gejala seperti pusing dan mual-mual baru terasa.

Namun, karena tak langsung mendapat pertolongan, kondisi korban cukup parah dibanding dengan korban lainnya. Akibatnya, saat ini korban harus rawat inap untuk pengobatan lebih lanjut.

”Saat ini korban masih di IGD. Kami harap, bagi siswa SD Kayuapu yang mengalami gejala keracunan bisa segera diperiksakan sebelum terlambat,” pintanya.

Sebelumnya, Nurwati, guru SD Kayuapu mengatakan, jumlah siswa yang mengalami keracunan makanan mencapai 15 siswa. Semuanya terdiri dari siswa kelas tiga hingga kelas enam SD tersebut.

“Ada 13 siswa yang terpaksa dirawat di RSUD Kudus. Sedang dua lainya diberikan penanganan di sekolah,” katanya.

Baca: Ternyata, Makanan Ini yang Buat Belasan Siswa SDN Kayuapu Kudus Keracunan

Nurwati menjelaskan, kejadian nahas tersebut terjadi saat jam istirahat sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, ada beberapa murid mengeluh sakit perut ke sejumlah guru. Anehnya, keluhan tersebut tak hanya dialami satu dua siswa saja. Setelah diperiksa ada belasan siswa yang mengeluhkan hal yang sama.

Mendengar hal tersebut, lanjut dia, pihak sekolah langsung menidaklanjuti dengan memberikan penanganan. Lantaran khawatir, belasan siswa langsung dibawa ke RSUD dr Loekmono Hadi untuk penanganan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.