Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Petani di Sedayu Grobogan Masih Gunakan Alat Bajak Tradisional untuk Persiapan Lahan

Seorang petani menyiapkan sawahnya dengan menggunakan alat tradisional dengan tenaga sapi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Areal pertanian di wilayah Grobogan tidak semuanya dipersiapkan dengan peralatan modern, semisal traktor mesin. Pada sejumlah desa, proses pengolahan lahan menjelang musim tanam masih memakai alat tradisional berupa bajak yang ditarik dengan sapi.

Salah satu petani yang masih familiar dengan bajak tradisional berada di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan. Di desa yang terdapat obyek wisata air terjun Gulingan itu masih banyak petani yang membajak sawah dengan memanfaatkan sapi peliharaannya.

”Alat bajak tradisional disini jumlahnya masih banyak. Kurang lebih ada 50 an yang masih punya bajak tradisional,” kata Kepala Desa Sedayu Sariyun, Kamis (9/11/2017).

Menurutnya, masih dipakainya alat bajak tradisional itu disebabkan lahan sawah yang ada sebagian besar dalam posisinya teras siring. Kondisi itu terjadi karena wilayah Desa Sedayu berada di kawasan atas perbukitan Kendeng Utara.

“Disini ada yang punya traktor mesin tetapi kalau dipakai di lahan teras siring malah susah mengoperasikannya. Traktor mesin dipakai untuk mengolah sawah di sebelah timur Desa Sedayu yang lokasinya datar dan luas. Kalau di lahan teras siring yang lokasinya sempit lebih enak pakai bajak sapi,” jelasnya.

Sariyun menyatakan, menjelang musim tanam padi seperti saat ini, banyak alat bajak tradisional yang mudah ditemukan di areal sawah. Bagi warga Desa Sedayu, kondisi seperti itu sudah dianggap biasa. Namun, bagi warga dari luar daerahnya, pemandangan petani membajak sawah dengan alat tradisional menjadi sesuatu hal yang istimewa.

“Kalau jaman dulu, pemandangan orang bajak pakai sapi sudah biasa. Tetapi sekarang ini jarang dijumpai karena sudah berganti traktor mesin. Di wilayah Grobogan, kemungkinan hanya di Desa Sedayu yang masih banyak bajak tradisionalnya,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...