Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sanggar Gaperto Jepara Sukses Gelar Lomba Baca Puisi Kreatif

Peserta membaca puisi dalam gelaran Lomba Baca Puisi yang diadakan Sanggar Gaperto Art Community (GAC) di Sanggar GAC Mlonggo, Jepara, beberapa waktu lalu. (GAC)

MuriaNewsCom, Jepara – Sanggar Gaperto Art Community (GAC) menggelar agenda Lomba Baca Puisi Kreatif (LBPK) ke-6, di Sanggar GAC Mlonggo,  Jepara, beberapa waktu lalu. 

Hal itu diadakan sebagai bentuk komitmennya terhadap kiprah kesenian Jepara. LBPK tahun 2017 ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Art & Theatre Director GAC, Didid Endro S mengatakan, perbedaan yang sangat mencolok adalah pada kategori Pelajar. LBPK pertama hingga ke-5 tahun lalu, untuk kategori Pelajar tingkat Keresidenan Pati saja. 

“Tetapi untuk tahun ini, kategori Pelajar dan Umum semuanya se-Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Selain itu, yang membedakan adalah kreativitas dan eksplorasi peserta yang semakin berwarna. Bahkan ada anak-anak yang mengikuti lomba pada kategori Umum. Pada pelaksanaan LBPK untuk kategori Pelajar hanya menerima SMA/SMA/MA sederajat, atau tidak melibatkan pelajar SD maupun SMP.

Hal ini sengaja dilakukan umtuk menghindari banyaknya peserta yang mengikuti lomba. Pihaknya membatasi kuota peserta lomba maksimal 100 peserta untuk dua kategori. 

“Kami sengaja membatasi jumlah peserta karena bukan sekadar mengejar kuantitas, tetapi kami butuh waktu yang cukup dalam pelaksanaan lomba ini,” tegas Didid.

Dalam lomba ini, lanjut Didid, sangat berbeda dengan lomba baca puisi pada umumnya. LBPK adalah sebuah lomba baca puisi di ruang terbuka (outdoor). Para peserta diberi kebebasan mengeksplorasi lingkungan sekitar sesuai kemampuan masing-masing.

Setelah registrasi (daftar ulang) peserta diberi waktu untuk memilih titik lomba dengan didampingi panitia. Kemudian peserta juga diberi kebebasan menata titik lomba yang dipilihnya. Bahkan peserta juga diperkenankan membawa atau menggunakan alat musik sebagai ilustrasi pembacaan puisinya.

“Meski sebegitu kreatifnya para peserta, kami tetap tidak melupakan kaidah-kaidah pembacaan puisi pada umumnya. Untuk itulah kami memilih juri juga tidak asal-asalan”, tambahnya

Didid bersama Gaperto berharap, dengan adanya LBPK yang rutin digelar setiap tahun ini ada semangat baru terhadap pengembangan kesusasteraan di Jepara khususnya dan di daerah masing-masing para peserta. Selain itu, Didid juga berharap bahwa yang telah ia lakukan bersama sanggarnya tersebut bukan suatu hal yang mubazir bagi daerahnya.

Komitmen atas alasan tersebut juga dibuktikan Didid bersama Gaperto, yakni trofi para pemenang LBPK dibuat dari kayu jati dan berukir khas Jepara. Trofi tersebut merupakan terbaik dalam lomba baca puisi selama ini. Kemudian, materi lomba juga diambil dari puisi-puisi karya penulis Jepara, dalam buku puisi Membaca Jepara yang sengaja ia terbitkan pula di setiap tahunnya.

Adapun nama juaranya, untuk kategori Pelajar adalah Kinanti, asal SMK N 3 Jepara, Desinta Mutiara Putri asal SMAN 3 Slawi, dan Fitri Ratri asal SMK Kosgoro Kedawung. Sedangkan untuk kategori Umum adalah Noor Arief AR dari Welahan Jepara, Ismi Nurjikha asal Warungasem Batang, dan Siti Magfuroh asal Pangkah Tegal.

Dia menuturkan, LBPK ke-6 sekaligus mengawali peluncuran buku puisi Membaca Jepara jilid 3. Buku tersebut memuat 169 puisi dari 35 penulis asli Jepara yang penerbitannya difasilitasi sepenuhnya oleh Sanggar GAC. Peluncuran buku tersebut juga merupakan bentuk komitmennya sebagai aktifis kesenian di bidang kesusasteraan serta sebagai Komite Sastra Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara.

Ia bercita-cita setiap tahun akan menerbitkan satu buku puisi untuk Jepara dan menampung penulis-penulis asli Jepara. Kali ini sudah pada jilid yang ke 3. 

“Saya bersyukur sampai hari ini masih bisa menerbitkan buku puisi jilid 3. Saya berharap penerbitan ini hingga jilid yang tak terhingga dan menampung penulis Jepara sebanyak-banyaknya, sehingga perkembangan dunia sastra di Jepara juga semakin terlihat. Tetapi ini bukalah hal yang gampang tanpa didukung dari berbagai pihak yang perduli dengan kesenian Jepara”, tambahnya

Lebih lanjut, dia berharap buku yang ia terbitkan tersebut bisa terakomodasi di perpustakaan-perpustakaan sekolah baik SMP, SMA maupun SMK dan MA.

Editor : Akrom Hazami

Ruangan komen telah ditutup.