Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Masyarakat Masih Sungkan Laporkan Politik Uang

M Fajar Saka, Ketua Bawaslu Jateng. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom,Jepara – Mendekati tahun politik pada 2018, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng mengingatkan seluruh elemen untuk mengawasi tindakan money politics atau politik uang. 

“Kami menekankan pola pencegahan dan penindakan, terkait politik uang regulasi dan struktur yang ada pada kami memang belum sempurna sehingga tak mudah untuk menjerat hal itu. Namun kami terus meningkatkan pemahaman masyarakat sebagai pemilih bahwa kegiatan itu (menerima uang untuk mememengaruhi pilihan) adalah tindakan pidana. Seperti maling di masjid,” ujar M Fajar Saka Ketua Bawaslu Jawa Tengah, saat rapat koordinasi jelang Pilgub Jateng 2018 dan pemilu legislatif serta pilpres 2019, di Jepara, Selasa (7/11/2017). 

Ia mengingatkan, budaya masyarakat masih permisif terhadap tindakan tersebut. Hal itu karena, si pemberi uang dimungkinkan masih tetangga atau kerabat. 

“Pemberi uang bisa jadi tetangga sendiri, jadi masih ada budaya ewuh pakewuh (sungkan) kalau ada kasus politik uang saat kampanye atau pemungutan suara. Namun kemudian, budaya tersebut harus dihilangkan,” tuturnya. 

Lebih lanjut ia berujar, jika terbukti pemberi dan penerima politik uang bisa dipidanakan. Hal itulah yang digencarkan dalam berbagai sosialisasi. Ia juga meminta seluruh lapisan masyarakat untuk mengikuti, karena kasus politik uang lebih banyak diketahui oleh warga. 

“Iya sesuai peraturan memang begitu, pemberi dan penerima bisa dikenakan tindak pidana dan dipenjara. Money Politcs tidak hanya berupa uang namun juga janji untuk memengaruhi pilihan pemilih,” tutup Fajar. 

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...