Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

KEREN! Pasar Tayu Masuk Kategori Pasar Rakyat Terbaik se-Indonesia

Pasar Tayu yang baru saja dibangun mendapatkan anugerah Pancawara dari Kemendag. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasar Tayu yang baru saja dibangun Pemkab Pati mendapatkan penghargaan Anugerah Pancawara dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Anugerah tersebut diberikan kepada pasar yang memiliki inovasi untuk kesejahteraan bersama.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati Riyoso mengatakan, Pasar Tayu masuk dalam kategori Pasar Rakyat Pemda Tipe 1 dan 2 terbaik se-Indonesia bersama Kudus, Magelang, Surakarta, Denpasar, Pontianak, Jakarta Utara, Banda Aceh, Sukoharjo, Kuningan, dan Bogor.

“Kita masuk lima besar untuk kategori inovasi pasar rakyat terbaik. Kita patut bersyukur, karena Pati menjadi salah satu yang terbaik,” ujar Riyoso, Selasa (7/11/2017).

Ada sejumlah poin penting yang membuat Pasar Tayu masuk dalam lima besar pasar rakyat terbaik di Indonesia. Salah satunya, adanya sistem informasi pasar daerah (SIMPADA).

Selain itu, Pasar Tayu memiliki zona pedagang yang memenuhi kebutuhan, kebersihan, ruang terbuka hijau (RTH) berupa taman, ruang kesehatan dan menyusui, serta penataan pedagang kaki lima (PKL) yang baik.

“Fasilitas di Pasar Tayu tidak kalah dengan toko swalayan. Hanya saja, budaya pasar rakyat memang harus dilestarikan. Seperti tradisi tawar-menawar dan tidak mengambil sendiri sebagaimana di toko swalayan,” jelas Riyoso.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengaku bangga karena Pati memiliki pasar rakyat yang dianggap memiliki inovasi terbaik di Indonesia. Pasalnya, tidak semua pasar rakyat mendapatkan anugerah Pancawara dari Kemendag.

Terlebih, hasil survei yang dilakukan Kemendag menunjukkan, tingkat kepuasan pedagang dan konsumen di Pasar Tayu cukup bagus. Karena itu, pihaknya akan mengupayakan penataan yang lebih mantap untuk Pasar Tayu.

Editor : Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.