Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Terminal Terboyo Turun Kasta ke Tipe C, Justru Ini Keuntungannya

Bus AKAP jurusan Semarang-Surabaya parkir di Terminal Terboyo. Mulai 2018 terminal ini akan dibangun menjadi pangkalan truk dan terminal peti kemas. (dok)

MuriaNewsCom, Semarang – Terminal Terboyo Semarang yang sebelumnya menyandang status sebagai terminal tipe A, kini telah ’turun kasta’ menjadi tipe C. Dengan status ini, maka bus AKAP tak bisa lagi menaikkan atau menurunkan penumpang di terminal Terboyo.

Perubahan status Terminal Terboyo ini juga untuk mendukung optimalisasi Terminal Mangkang. Nantinya terminal ini menjadi tempat jujugan bus-bus AKAP. Sementara Terminal Terboyo sesuai tipenya hanya bisa digunakan untuk angkot maupun bus AKDP.

Meski ‘turun kasta’, ada keuntungan yang didapatkan pemerintah daerah. Pengelolaan terminal ini sudah dialihkan dari pemerintah pusat ke Pemkot Semarang.

Pemkot akan menjadikan terminal ini sebagai terminal peti kemas dan pangkalan truk serta terminal angkutan kota. Sehingga nantinya tak ada lagi truk yang parkir di pinggir jalan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Bahkan menurut Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, telah disiapkan anggaran sebesar 90 miliar untuk melakukan perombakan. Pembangunan terminal ini akan dimulai pada 2018.

“Terminal Terboyo Semarang sebelumnya kan terminal tipe A. Kalau A kan diminta (pengelolaan, red) oleh pusat. Dengan dikembalikannya kewenangan pengelolaan kepada Pemkot Semarang, berubah jadi tipe C yang bisa digunakan peruntukannya untuk pelayanan lainnya,” katanya.

Menurut dia, jika nanti pembangunan rampung dan dioperasikan sudah tidak boleh ada lagi truk-truk trailer parkir di sepanjang jalan yang membuat semerawut.

”Seperti yang banyak terlihat di kawasan Pengapon dan sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,” ujarnya.

Selain itu, nantinya akan mengurangi kemacetan di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang selama ini dipadati truk trailer. Di sisi lain, kata dia, pengelolaan Terminal Terboyo sebagai pangkalan truk juga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD), termasuk retribusi karena truk-truk trailer yang tidak punya pangkalan wajib parkir.

“Kan semua (truk trailer) masuk pangkalan nantinya. Jadi, tidak ada alasan lagi pemilik truk-truk trailer memarkirkan armadanya di pinggir jalan. Selama ini kan terlihat semerawut,” terangnya.

Baca : Tahun Depan Dijadikan Parkir Truk, Terminal Terboyo Tinggal Kenangan

Ia juga mengingatkan Pemkot Semarang untuk benar-benar menerapkan pengelolaan yang baik terhadap Terminal Terboyo, setelah selesai dibangun dan difungsikan. Sebab selama ini pengelolaan terminal terkesan tidak jelas.

“Kalau melihat riwayat terminal-terminal di Semarang, setelah dibiayai tinggi dan dibangun, tidak didukung pengelolaan yang baik. Sebagai contoh, Terminal Mangkang Semarang. Hampir 10 tahun kan mangkrak,” kata dia.

Ia mengatakan pengelolaan terminal tipe C, termasuk Terminal Terboyo oleh Pemkot Semarang nantinya harus benar-benar dilakukan secara baik dan kalau perlu dikerja samakan dengan pihak ketiga agar pendapatannya jelas.

“Dikerja samakan dengan pihak ketiga malah tidak masalah. Pertanggung jawaban dan pendapatannya juga jelas. Jadi, tidak serta merta dibiayai dengan anggaran besar dari rakyat tetapi tidak jelas fungsinya,” pungkas Supriyadi.

Editor : Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.