Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Santi, Warga Berkelamin Ganda Lahirkan Bayi di Kabupaten Tegal

498
Keluarga memegang bayi yang dilahirkan oleh Santi, warga Kabupaten Tegal. (radartegal.com)

MuriaNewsCom, Tegal – Seorang warga Desa Sokasari Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, yang sejak kecil memiliki kelamin ganda, Santi (25), melahirkan anak. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu dilahirkan melalui operasi caesar.

Dilansir dari Radartegal.com, proses persalinan tersebut berjalan lancar di RSUD dr Soeselo, Slawi, Kabupaten Tegal, Senin (30/10) malam. ‎Bayi yang dilahirkan memiliki berat 3 kilogram.

Santi saat ditemui di RSUD dr Soesilo ketika hendak pulang ke rumahnya, Jumat (3/11) bersyukur bisa melewati proses persalinan dengan lancar. “Alhamdulilah, bayinya normal dan sehat,” katanya.

Hal senada diungkapkan suami Santi, Tarsono (35).. Dia awalnya sempat diliputi perasaan khawatir karena proses persalinan harus dilakukan dengan oeprasi caesar. “Tidak tahu kenapa harus caesar. Yang penting istri dan anak saya selamat,” ujar pria yang menikahi Santi pada 2015 lalu ini.

Santi diketahui memiliki ‎kelainan pada alat kelaminnya sejak lahir. Kendati secara fisik adalah laki-laki, namun anak pasangan Dasori (72) dengan Poniah (67) ini mengalami menstruasi tiap bulan sejak usianya menginjak 16 tahun.

Dari tujuh bersaudara, hanya Santi yang memiliki kelainan‎ pada jenis kelaminnya. “Dari lahir sudah begitu. Lakinya ada, perempuannya juga ada. Kalau kakak dan adik-adiknya normal semua,” kata salah satu kakak Santi, Nur Jannah.

Kelainan tersebut baru diperiksakan ke dokter saat Santi sudah berusia 23 tahun karena terkendala biaya. Oleh dokter yang memeriksa, Santi disebut‎ memiliki kelamin ganda dan harus dibawa ke RSUP Karyadi Semarang.

Pada 2012, Santi menjalani operasi kelamin di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut untuk memotong alat kelamin yang menyerupai alat kelamin laki-laki. Hingga saat ini, dia masih kontrol sebulan sekali untuk mendapatkan obat penekan hormon testosteron.

Dokter RSUD dr Soesilo yang menangani persalinan Santi, Zufrial Arief‎ menyebut proses persalinan berjalan normal.

“Tidak ada keistimewaan. Cuma operasi caesar saja. Operasi ini karena pembukaannya terlalu panjang, lama, jadi tidak bisa macu,” kata Zufrial, kemarin.

Menurut Zufrial, Santi memiliki ciri-ciri fisik menyerupai laki-laki, seperti suara yang berat. Namun dari kromosomnya, dia berjenis kelamin perempuan. “Secara kromosom, dia perempuan, walaupun fisiknya laki-laki. Dia kromosom XX. Kalau kromosom laki-laki, XY,” ungkapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Ruangan komen telah ditutup.