Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tarif Taksi Online di Jateng Tengah Digodok Dishub dan Organda

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah tengah menggodok aturan besaran tarif atas dan bawah taksi online di 35 kabupaten/kota di provinsi ini. Pembahasan yang dilakukan bersama Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) itu juga membahas mengenai kuota taksi online di tiap daerah.

Pembahasan ini untuk menyikapi dikleuarkanyya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Permenhub ini berlaku efektif mulai 1 November 2017.

Kepala Dishub Jateng, Satriyo Hidayat mengatakan, sudah ada delapan alternatif tarif dan kuota untuk operasional angkutan online.

”Akan kita kaji bersama mana kuota yang layak diterapkan serentak di semua daerah,” katanya dikutip dari metrosemarang.com, Jumat (3/11/2017).

Saat ini di tiap daerah tarif taksi online beragam, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu. Diharapkan nantinya dengan aturan ini nanti tarifnya bisa seragam.

Baca : Taksi Online Berpelat Hitam di Semarang Bakal Ditilang

Menurutnya, ada dua opsi ketentuan tarif taksi online. Yakni apakah nantinya akan dikaji berdasarkan wilayah karesidenan atau sesuai zonase ekonomi setempat.

“Makanya, saya kepengin ketemu Dinas Perhubungan di tiap kabupaten dan kota. Biar kita kompromikan apakah tarifnya ditentukan per wilayah seperti kawasan Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Semarang dan Purwodadi) atau  per-karisidenan. Kita harus bahas hal ini agar kondisi jalan raya enggak macet dan di sisi lain distribusi ekonomi bisa diperjelas,” bebernya.

Satriyo menyatakan semua kabupaten dan kota harus segera menyepakati ketentuan tarif dan kuota taksi online. Sehingga nantinya tidak lagi menimnulkan bentrokan antara pengemudi taksi online dengan konvensional.

Ia mengaku dalam waktu dekat akan berkirim surat untuk mempertemukan Organda dengan operator taksi online. Jika usulan tarif dan kuota telah ditentukan, maka ia akan berkomunikasi dengan Gubernur Ganjar Pranowo.

“Yang pasti hitung-hitungan kuota untuk operasional taksi online akan ditentukan mulai tahun ini dan dikaji sesuai dinamika yang berkembang pada satu atau dua tahun ke depan,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Angkutan Daring di Jepara Wajib Taati Permenhub

Comments
Loading...