Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Idap Penyakit Aneh, Tubuh Bocah di Panggungroyom Pati Ini Seperti Tulang Dibalut Kulit

Kondisi Indah, bocah berusia sepuluh tahun yang mengalami kelainan sejak lahir. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Indah Safitri (10), putri bungsu pasangan Harjobini dan Sartini, warga RT 3 RW 2 Desa Panggungroyom, Wedarijaksa, menderita nyeri kepala sejak lahir.

Rasa nyeri itu disebabkan tempurung otak Indah yang tidak berkembang sejak lahir. Sebab, Indah dilahirkan dalam keadaan sungsang, yaitu pantat keluar terlebih dahulu.

Orangtua Indah sendiri belum tahu secara pasti nama penyakit yang diderita buah hatinya itu. Namun, keluarga mengetahui penyakit tersebut sejak diperiksa dokter spesialis.

“Sejak lahir menangis terus. Kami periksa ke dokter, disarankan untuk operasi. Karena tidak punya uang untuk operasi, kami hanya merawatnya di rumah,” jelas Harjobini, ayah Indah yang bekerja sebagai seniman ketoprak, Jumat (3/11/2017).

Keadaan anaknya mulai parah ketika menginjak usia delapan bulan. Saat itu, Indah mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang.

Indah sempat sembuh setelah diperiksa ke puskesmas. Tapi, pihak orangtua mengaku sudah tidak punya biaya lagi sehingga selanjutnya tidak pernah berobat.

Saat ini, kondisi fisik Indah sangat memprihatinkan. Tubuhnya mengecil seperti tulang yang hanya terbungkus kulit.

Indah tidak bisa berbicara. Terkadang, ia mengalami demam diselingi gatal di sekujur tubuh dengan bekas-bekas luka akibat gatal kulit.

Ia juga tidak mau makan apa pun. Ia hanya mau makan makanan yang lembut seperti bubur khusus yang dibuat dari beras merah.

Sementara untuk minum, orangtua sering memasak air gula untuk menambah asupan gizi. Setiap hari, aktivitas Indah hanya tidur dan duduk.

Pihak keluarga berharap, ada donatur yang bisa membantu pengobatan Indah agar kembali sehat dan normal. Pasalnya, upaya pengobatan Indah selama ini terkendala biaya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...