Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ngeluh soal GTT di Twitter, Guru SD di Kudus Langsung Ditelepon Ganjar dan Ini yang Terjadi

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Seorang guru SD di Kabupaten Kudus, bernama Saiful Aris, tengah malam ditelepon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, usai ngetwit tentang nasib guru tidak tetap (GTT).

Namun Ganjar menelpon bukan untuk memarahi guru yang mengajar di SD Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus itu. Melainkan untuk mendengar lebih jauh keluhan-keluhan yang dirasakan para guru tidak tetap. Ganjar menelepon cukup lama, selama hampir 40 menit.

“Saya ingat telepon masuk jam setengah dua belas dan selesai jam dua belas lebih sepuluh,” katanya, ketika dihubungi wartawan melalui telepon dari Semarang.

Saiful bercerita, awalnya ia mengikuti perbincangan di timeline twitternya. Rupanya ada beberapa akun yang mengadu ke akun gubernur @ganjarpranowo tentang nasib GTT.

 Saiful yang juga GTT, merasa senasib sehingga ikut nimbrung. Tak diduga twit Saiful dibalas Ganjar yang mengoperasikan sendiri akunnya.

“Saya ditanya ngajar di mana dan minta nomor telepon. Langsung saya twit nomor telepon, gak sampai semenit ada telepon masuk,” katanya.

Awalnya ia tak mengira telepon yang masuk dari gubernur. Namun ketika diangkat dan Ganjar mengucap salam baru ia paham. “Assalamualaikum Mas Saiful, saya Ganjar Pranowo,” ceritanya.

Isi twitt Saiful hingga membuat ditelepon Gubernur Ganjar Pranowo

 

Dalam obrolan dengan Ganjar melalui telepon, Saiful menceritakan bahwa sejak 2014, GTT Kudus sudah membuat forum untuk audiensi dengan bupati dan DPRD.

“Saya bercerita apa adanya. Saya dan teman-teman juga tahu bahwa GTT SD bukan kewenangan gubernur. Tapi bagaimana, keluhan teman-teman di daerah kan selalu susah mengadu ke bupati masing-masing,” ujarnya.

Baca : Guyonan Berujung Maut, Pria di Semarang Tewas Dihantam Linggis Temannya

Saiful mengaku menjadi guru sudah sejak 2012. Selama itu ia hanya digaji kecil sekali. Hingga saat ini ia hanya mendapat gaji sebesar Rp 225 ribu tiap bulan. Dari pembicaraan dengan gubernur, Saiful mendapat bocoran kebijakan pemerintah pada GTT.

“Saya berterimakasih ternyata sebenarnya nasib kami sudah dipikirkan pak gub jauh-jauh hari. Pak gub bilang akan membicarakan hal ini dengan kementerian. Ini menjadi harapan dan titik terang bagi kami para guru GTT, karena mungkin permasalahannya hampir sama di semua daerah,” katanya.

Usai bertelepon, Saiful pun ngetwit lagi menyampaikan terimakasih pada gubernur. “tengah malam di telp pak @ganjarpranowo smga sehat selalu bpk. ora nyongko cah cilik dtlp org no 1 di jawa tengah. terima kasih ndoro,” tulisnya melalui akun @ArisSaiful2.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...