Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Puluhan Ribu Siswa di Grobogan Tak Miliki Akta Kelahiran, Begini Langkah Dispendukcapil

Ratusan guru TK, SD, dan RA dari tiga kecamatan mengikuti sosialisasi administrasi kependudukan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (2/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganDinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Grobogan mencatat ada sekitar 95. 761 anak berusia 0-18 tahun yang belum memiliki akta kelahiran.

Untuk mendongkrak capaian kepemilikan akta kelahiran tersebut, Dispendukcapil melibatkan instansi sekolah. Hal itu dilakukan karena sebagian besar anak yang belum memiliki akta kelahiran tersebut masih duduk dibangku sekolah.

Kabid Pelayanan Pelayanan Pencatatan Sipil Dispendukcapil Grobogan Agus Sutriyono menyatakan, jumlah anak usia 0-18 tahun mencapai 436.819 orang. Namun, baru 79 persen atau sekitar 341.058 orang yang sudah memiliki akta kelahiran.

Baca: Pak Haji Penjual Miras Oplosan Asal Mlonggo Jepara Dikenai Pasal Berlapis

Artinya masih ada sekitar 95. 761 siswa yang belum memiliki akat kelahiran. Karena itu, hingga akhir tahun nanti, target kepemilikan akta kelahiran yang ditetapkan pemerintah sebesar 85 persen.

”Data 79 persen itu masih bisa meningkat karena tiap hari kita terbitkan akta kelahiran baru. Kita harapkan, sampai akhir tahun target kepemilikan akta kelahiran sebesar 85 persen bisa tercapai,” katanya usai menggelar sosialisasi administrasi kependudukan bagi guru TK, SD, dan RA di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (2/11/2017).

Baca: Guyonan Berujung Maut, Pria di Semarang Tewas Dihantam Linggis Temannya

Menurut Agus, guru tersebut dilibatkan dalam upaya meningkatkan capaian kepemilikan akta kelahiran pada murid-muridnya. Bagi murid yang belum memiliki akta kelahiran, nantinya bisa mengurus secara kolektif lewat sekolah.

Selain itu, para guru juga diminta membantu menyosialisasikan cara mengurus dokumen kependudukan pada siswa atau wali murid. Untuk mengurus dokumen kependudukan tidak dipungut biaya.

”Kali ini ada ratusan guru dari tiga kecamatan yang kita undang dalam sosialisasi. Yakni, dari Kecamatan Klambu, Pulokulon, dan Tawangharjo,” jelasnya

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...