Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Hebat, Warga Jepara Ini Berhasil Buat Volkswagen dari Kayu Jati

Sadad (oranye) berpose dengan mobil VW berbodi kayu buatannya. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kecintaan Al Sadad (39) pada kendaraan rakyat buatan Jerman Volkswagen, berbuah ide “gila” untuk membuat mobil berbodi kayu jati. Setelah sempat membuat VW Safari pada 2015 lalu, kini digarasinya ia memiliki VW jenis Karmann Ghia, yang ia namai Karmani Ghia

Mobil buatan Sadad tidak hanya sebagai pemanis semata, namun bisa berlari kencang. Dibawah kap, ia menanamkan mesin berkapasitas 1.600 CC. 

Ia mengatakan, semua bodi mobil buatannya terbuat dari kayu jati tua. Untuk menyelesaikannya, ia mengaku membutuhkan waktu selama dua bulan. Selain akan diikutkan pada kompetisi JVWF (Jogja Volkswagen Festival) 2017, mobil buatannya itu juga menjadi “ikon” saat ada pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Jateng yang dihelat di Jepara seminggu yang lalu. 

Sadad mengatakan, ide untuk memodifikasi bodi VW berawal dari kenangan masa kecilnya. 

“Waktu itu saya sebenarnya mau membuat sofa dari bagian mobil VW yang tengah tren. Namun, setelah melihat mobil yang saya pesan kok kerusakannya parah sekali. Disitu saya teringat sering dibelikan mobil-mobilan oleh ayah saya waktu kecil. Nah timbul ide untuk mengubah bodinya dari besi menjadi kayu kemudian diberi mesin,” ucapnya Rabu (1/11/2017).

Berawal dari situ, ia kemudian bereksperimen dengan kreasi VW kayu pertamanya. Tahun 2015 lalu, ia mencoba untuk membuat VW model Safari. 

Dari ujicoba trial and error ia menemukan tantangan tersendiri dalam pembuatan mobil kayu. Sadad menyadari, dalam membangun rangka mobil atau chassis

“Ternyata antara mengelas (rangka) dengan pembuatan bodi kayu harus selaras, harus kerjasama antara tukang las dan tukang kayu. Tidak bisa dipisah. Karena bisa tidak pas. Selain itu untuk mekanisasinya juga perlu diperhatikan betul,” ujar pengusaha meubel yang tinggal di Desa Ngabul RT/RW : 3/5, Kecamatan Tahunan-Jepara. 

Namun karena kecintaanya pada VW dan usahanya yang keras, ia lantas berhasil menyelesaikan karya pertamanya. Kini mobil VW Safari sudah terbeli oleh kolektor Volkswagen asal Bandung dan dihargai Rp 150 juta. 

Untuk mobil keduanya yakni VW jenis Karmann Ghia, Sadad mengaku sudah menghabiskan modal hampir seratus juta rupiah. Hal itu digunakannya untuk membeli mesin VW asli, membuat bodi dari kayu jati tua dan menghias interior serta eksterior mobil. 

“Untuk kesulitan memodifikasi mobil VW karya saya yang kedua, adalah pada bagian depan dan frame (bingkai) kaca. Selain itu beberapa suku cadang harus didatangkan dari luar negeri, seperti lampu belakang,” ujarnya. 

Adapun, untuk mobil pertamanya yakni VW Safari pernah menyabet beberapa penghargaan pada ajang JVWF tahun 2015. Diantaranya Best Modification Heavy dan VW People Choice. Selain itu penghargaan dari luar negeri pun pernah disabet mobil tersebut yakni, dari majalah VW  Jepang dan Ukraina. 

Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.