Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tradisi Suronan di Kajen Pati Bawa Berkah Warga

2.157
Padagang musiman menjual jajan pasar di kawasan Makam Syekh Ahmad Mutamakkin di Kajen, Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tradisi Suronan pada bulan Muharram di Makam Syekh Ahmad Mutamakkin, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso membawa berkah tersendiri bagi warga.

Pasalnya, kawasan tersebut ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Beberapa tradisi yang diadakan setiap tahun di sana, antara lain Takhtimul Quran bil Ghoib, Tahlil Muqoddimah, dan berbagai kegiatan religi lainnya.

Banyaknya pengunjung yang berziarah membuat para pedagang musiman membanjiri kawasan Desa Kajen. Mereka menjual aneka kuliner, jajanan, suvenir, hingga pakaian.

Salah satunya Muryati. Warga asal Ungaran, Kabupaten Semarang ini jauh-jauh datang ke Desa Kajen untuk jualan jajanan pasar, seperti klepon, lopis, getuk, cetot, gendar, dan masih banyak lagi lainnya.

Dia menjual jajan pasar itu seharga Rp 5.000 per bungkus. Buka lapak dari jam 17.00 hingga 21.00 WIB, Muryati sanggup membawa omzet lebih dari Rp 500 ribu.

“Ini saya sudah langganan, setiap satu tahun sekali di sini, sewa tempat kepada warga. Jadwal saya kalau ada tradisi Suronan selalu di Kajen,” ucap Muryati.

Sementara bagi penduduk setempat, tradisi Suronan dimanfaatkan untuk membuka jasa parkir dan sewa toilet umum.

“Berkah peringatan Haul Mbah Mutamakkin setiap bulan Suro. Banyak pengunjung datang dari berbagai daerah, sehingga memberi peluang usaha bagi penduduk,” kata Edy Susanto, warga setempat.

Tradisi tersebut sudah berlangsung sangat lama. Selain menjadi bagian dari syiar agama, tradisi tersebut ikut meningkatkan perekonomian warga sekitar, bahkan pedagang musiman dari luar daerah.

Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.