Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Mengandung Zat Kimia, Semburan Air di Karanggeneng Grobogan Tetap Tak Layak Konsumsi

Semburan air di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Grobogan sempat mengagetkan warga belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganKekhawatiran warga jika semburan air di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Grobogan mengandung zat berbahaya ternyata tidak terbukti. Dari hasil penelitian, air yang keluar dari semburan tidak mengandung zat kimia berbahaya.

”Masyarakat tidak perlu panik. Air yang keluar tidak ditemukan unsur kimia yang berbahaya,” kata Kepala Balai Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan Agus Sugiharto.

Dia menjelaskan, semburan air itu tidak perlu ditutup. Selain makan biaya, penutupan akan menimbulkan potensi bahaya bila ada tekanan gas lagi. Air yang keluar dari semburan disarankan untuk dialirkan ke sawah.

”Meski tidak ada zat kimia, air itu tidak bisa dikonsumsi. Tetapi, masih bisa untuk irigasi,” ujarnya.

Menurut Agus, air tanah bisa menyembur ke permukaan karena adanya tekanan gas, sehingga terdorong keluar. Fenomena ini merupakan hal wajar di daerah Blora dan Grobogan yang memiliki potensi hidrokarbon berupa gas atau minyak.

Fenomena alam di Karanggeneng ini mirip Bleduk Kuwu yang memiliki energi terkumpul menekan ke atas (gas). Semburan akan tenang setelah tidak ada lagi tekanan. Ia meminta supaya masyarakat memahami suklus tersebut sehingga tidak terjadi kepanikan.

Peristiwa seperti itu sempat terjadi pada pertengahan tahun 2016 lalu. Setelah ditelusuri semburan air itu keluar dari pipa bekas sumur pompa yang sudah lama tidak digunakan. Kemungkinan, sudah lebih 20 tahun sumur pompa itu tidak digunakan dan pipanya sudah tertutup tanah.

Hanya saja, semburan air di lahan kosong yang sekarang ditanami pisang dan kelapa itu keluarnya tidak tentu. Kadang kecil dan sempat sampai setinggi 4 meter.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...