Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Miris, Dua Keluarga di Jepara Ini Tinggal di Rumah Nyaris Tanpa Atap

Salah satu pemilik rumah menunjukkan rumah yang nyaris tanpa atap setelah diterjang angin tahun lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua keluarga di Desa Brantaksekarjati RT 6/RW 1, Kecamatan Welahan menempati rumah yang atapnya telah roboh selama lebih kurang satu tahun.

Meskipun mengaku was-was akan kejatuhan material, namun mereka tak dapat berbuat banyak karena mereka tak mampu memperbaikinya secara swadaya. 

Mereka adalah kakak beradik Nur Khoiriyah dan suaminya Ahmad Suhardi bersama lima anaknya. Sedangkan adiknya Siti Nadiroh dan suaminya Abdul Rohman tinggal dengan tiga anak.

Masing-masing menempati rumah warisan yang berdempetan dan telah rusak akibat diterjang angin ribut setahun yang lalu. 

Jika malam tiba, masing-masing keluarga itu menempati salah satu ruangan yang kondisi atapnya masih utuh. Nur Khoiriyah bersama suami dan lima anaknya tidur berdempetan di ruang tamu. 

Sedangkan Siti Nadiroh dan keluarganya tidur pada bekas kamar tidur sekaligus digunakan sebagai gudang. Pada malam hari, ia menggunakan lilin sebagai sumber cahaya, karena aliran listrik dari rumah kakaknya telah dicabut. 

“Ini merupakan rumah milik ibu kami, sekarang diwariskan kepada kami. Kejadian angin ribut sudah lama, namun kami tidak bisa memperbaiki rumah yang kami tinggali,” kata sang kakak Nur Khoiriyah, Senin (25/9/2017).

Secara ekonomi dua keluarga itu hanya disokong oleh pekerjaan suami sebagai buruh. Suami Khoiriyah bekerja sebagai tukang batu sementara dirinya bekerja serabutan. Sedangkan Nadiroh hanyalah seorang ibu rumah tangga sementara suaminya hanya bekerja sebagai pembuat batu bata. 

Memasuki musim hujan, keduanya gelisah. Sebab air curahan langit pasti masuk melalui atap rumah mereka yang telah ambruk. 

Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsospermades Jepara Subhan mengatakan telah melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah tersebut. Dari assesment yang dilakukan, dua keluarga tersebut memang belum menerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni atau RTLH. 

“Dari pemerintah desa katanya sudah memasukannya dalam program Bedah Rumah, namun realisasinya kemungkinan tahun 2019 karena tahun depan sudah penuh kuotanya,” tuturnya. 

Terkait bantuan pemerintah, ia memaparkannya sudah pernah turun. Hanya saja bantuan itu masih berupa stimulan.

“Sudah pernah dapat bantuan dari PMI dan BPBD Jepara, namun bentuknya tidak untuk bedah rumah dan baru menyentuh untuk salah satu keluarga saja. Maka dari itu kami kesini untuk memberikan bantuan logistik, selanjutnya akan kami dampingi pemerintah desa untuk memprioritaskan bantuan bedah rumah bagi dua keluarga tersebut,” katanya

Subhan menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TKSK Kecamatan Welahan untuk mendampingi agar program bantuan bedah rumah bagi keluarga tersebut dapat dikawal dan diajukan oleh pemerintah desa.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...