Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bela Sukirah, Peradi Semarang Somasi BRI Pati Terkait Kasus Penagihan Utang Orang Meninggal

Sukirah, warga Kayen Pati menunjukkan surat tembusan somasi dari LPPH Peradi Semarang kepada BRI Cabang Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) DPC Peradi Semarang ikut memberikan advokasi terkait dengan masalah yang menimpa Sukirah dengan BRI Cabang Pati.

Bahkan, LPPH Peradi Semarang sudah melayangkan somasi kepada BRI Cabang Pati. Ada tujuh hal yang diminta LPPH Peradi Semarang dalam somasi tersebut.

Salah satunya, LPPH Peradi Semarang sebagai kuasa hukum Sukirah meminta salinan perjanjian utang (alm) Karsono kepada ahli waris. Seusai Pasal 1320 KUHPerdata, surat perjanjian utang harus dimiliki kedua pihak agar bisa dijadikan acuan.

Namun, pihak BRI disebut tidak kooperatif menanggapi permintaan surat perjanjian utang. “Kami sudah melayangkan surat klarifikasi, tapi BRI Pati tidak jawab sehingga kami sempat melayangkan somasi,” ujar perwakilan LPPH Peradi Semarang, Taufiqurrohman, Senin (25/9/2017).

Baca Juga: BRI Pati Tagih Utang Orang Meninggal, Istri Tak Kuasa Tahan Tangis

Selain dilayangkan kepada BRI Cabang Pati, surat somasi juga diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kanins BRI Semarang. Dia berharap, BRI Cabang Pati bisa kooperatif sehingga permasalahan yang menimpa nasabah bisa segera selesai.

Diberitakan sebelumnya, Sukirah, warga Desa Kayen, Pati mendapatkan tagihan utang dari BRI Cabang Pati atas utang suaminya, Karsono senilai Rp 250 juta yang sudah meninggal dunia pada 2008 lalu.

Bahkan, empat sertifikat rumah tanah, pekarangan dan sawah yang menjadi jaminan atas hutang almarhum suaminya itu masih disita BRI Cabang Pati. Padahal, menurut dia, hutang suaminya semestinya lunas karena sudah meninggal dunia.

Hal itu sesuai dengan janji pegawai BRI yang dulu pernah membuat perjanjian dengan suami Sukirah. Karenannya, Sukirah terus mendesak BRI Cabang Pati untuk memberi salinan perjanjian hutang antara BRI Pati dan almarhum suaminya, Karsono.

“Kami minta salinan surat perjanjian supaya masalahnya jelas, karena kalau suami saya meninggal, semestinya sudah terkover asuransi dan lunas,” jelas Sukirah.

Sayangnya, pihak BRI Cabang Pati disebut Sukirah enggan memberikan salinan surat perjanjian hutang itu. Sebaliknya, pegawai BRI Pati justru menagih hutang almarhum Karsono kepada istrinya, Sukirah.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...