Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Suami Pembakar Istri di Jepara Terancam Hukuman Minimal 5 Tahun Penjara

Ahmad Zainal Arifin (kanan) terduga pelaku pembakaran istrinya sendiri saat gelar perkara, Senin (25/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Terduga pelaku pembakaran MT (17) warga Desa Sowan Kidul RT 02 RW 03, Kecamatan Kedung Ahmad Zainal Arifin (26) terancam hukuman minimal lima tahun penjara. Pelaku yang tak lain suami korban itu dituntut pasal 44 UU RI No 23/2004 tentang PKDRT.

Hal itu karena penyidik Polres Jepara sudah mengantongi dua alat bukti yang dapat menjerat tersangka. Dua alat bukti tersebut sudah kuat untuk menjerat tersangka dengan pasal berlapis.

Selain disangkakan melanggar pasal 44 UU RI No 23/2004 tentang PKDRT, tersangka melanggar Pasal 80 juncto pasal 76 C UU RI No 35/2014 tentang perubahan UU RI No 23/2004 tentang perlindungan anak.

Baca Juga: Sadis, Suami di Jepara Ini Tega Bakar Istri

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, selain menangkap pelaku, pihaknya juga membawa bukti-bukti di lapangan. Di antaranya adalah pakaian korban yang terbakar, pecahan gelas, pecahan toples, korek api dan sebuah botol plastik yang terbakar.

”Dengan semua itu disertai pengakuan korban, pelaku sudah tak bisa berkilah,” katanya.

Baca Juga: Berkilah, Suami Pembakar Istri di Jepara Ini Bilang Istrinya Mencoba Bunuh Diri

Sebelumnya, Zainal membantah telah membakar tubuh istrinya itu. Bahkan keterangannya cenderung berubah-ubah. Keterangan pertama pada polisi ia mengaku sebab istrinya terbakar adalah kecelakaan.

Saat itu Sabtu malam MT tengah mengisi botol kosong dengan pertalite untuk dijual. Karena saat itu mati lampu, istrinya mengambil lilin namun terpeleset sehingga terkena botol bbm tersebut, lalu terbakar. 

“Tidak, saya tidak membakar istri saya. Dia yang mau bunuh diri. Saat itu memang saya menyiramkan kopi ke tubuh istri saya, namun dia yang ambil pertalite sendiri dan menyiramkan ketubuhnya lalu dia ingin bunuh diri,” kata Zainal. 

Zainal mengakui sempat berbeda keterangan pada saat awal ditanya polisi. Hal itu ia lakukan untuk melindungi istrinya. 

“Pengakuan itu saya buat karena istri saya yang meminta, katanya malu. Kemudian saya bilang seperti itu. Saya pun sempat menolong istri saya dan membawanya ke puskesmas,” tambahnya

Meskipun berkilah, polisi tetap pada pendirian menetapkan Zainal sebagai tersangka kasus tersebut. Hal itu karena, pada saat rekonstruksi, penyidik menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut. 

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...