Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gimana Dampaknya Jika Hakim Mengadili Kasus Sambil Teler? Begini Antisipasi PN Semarang

1.306
Petugas melakukan pendataan urine milik PNS Kudus saat tes berlangsung di kantor setda setempat, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Semarang – Hakim kerap dianggap sebagai perwakilan Tuhan di dunia, yang mempunyai kuasa untuk memutuskan bersalah atau tidaknya seseorang, dan menggangjarnya dengan hukuman.

Lantas bagaimana jika sang hakim mengadili saat terpengaruh minuman keras atau obat-obatan terlarang?. Tentu keputusan yang dihasilkan bisa saja tidak adil dan merugikan banyak pihak.

Oleh karenanya, lembaga peradilan kini tengah gencar-gencarnya mengadakan upaya antisipasi, agar jangan sampai ada hakim yang mengadili sambil teler.

Seperti yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (25/9/2017) yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, memeriksa seluruh hakim di lembaga tersebut.

Seluruh hakim di PN Semarang diperiksa urinenya, untuk mengetahui para hakim ini terpengaruh obat-obatan terlarang atau tidak. Tak hanya hakim, seluruh pegawai PN juga menjalani pemeriksaan serupa.

Sebelum diperiksa urinenya, para hakim serta pegawai PN dikumpulkan di ruang sidang utama untuk memperoleh penjelasan dari petugas BNN. Usai memperoleh penjelasan, satu per satu hakim serta pegawai pengadilan diminta memberikan sampel urinenya.

“Sesuai instruksi MA, seluruh pengadilan harus menuntaskan tes urine yang dilakukan bersama BNN hingga akhir tahun ini,” kata Juru bicara PN Semarang M Saenal, dikutip dari Antarajateng.com.

Menurut dia, sebagai penegak hukum, hakim dan seluruh perangkat penunjangnya harus bersih. Hasil tes urine ini selanjutnya akan disampaikan langsung ke MA.

Saenal belum bisa mengungkapkan sanksi yang diberikan jika ditemukan hasil positif dari tes urine tersebut. “Semua kami serahkan ke MA,” tambahnya.

Kepala Seksi Pencegahan BNN Jawa Tengah Jamaluddin Ma`ruf mengatakan ada 153 hakim dan pegawai PN yang dites pada hari ini. Menurut dia, hasil pemeriksaan tidak bisa langsung diketahui hari ini juga. Ia menjelaskan hasil nantinya akan langsung disampaikan kepada pimpinan PN.

Editor : Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.