Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gara-gara Ini Pegawai RSUD Moewardi Solo Belum Gajian

Pegawai di RSUD dr Moewardi Solo tengah bertugas. Gaji mereka terancam tertunda karena belum ada pengganti direktur baru. (Foto : rsmoewardi.com)

MuriaNewsCom, Semarang – Pegawai RSUD dr Moewardi Solo tengah galau, lantaran gaji yang harus mereka terima tiap tanggal 25, belum bisa dicairkan. Ini disebabkan, gubernur Jateng belum mengeluarkan Pengelola Keuangan RSUD setelah Direktur RS milik pemprov tersebut pensiun.

Sementara pelaksana tugas (plt) untuk mengisi kekosongan posisi direktur disebut saat ini tengah sakit dan harus dirawat di Jakarta.

Permasalahan tersebut terungkap dari SE RSUD Dr Moewardi Surakarta Nomor : 017/4.373/2017 tertanggal 15 September 2017.

Isinya tentang Penundaan Pembayaran Gaji Pegawai BLUD dan Jasa Pelayanan. Surat yang ditandatangani Wakil Direktur Keuangan RSUD Dr Moewardi, Syahrudin Hamzah tersebut menyatakan belum adanya penunjukan SK Pengelola Keuangan RSUD dari Gubernur Jateng berdampak belum adanya penunjukan pejabat yang diberi kewenangan sebagai otorisator pengeluaran uang.

Karenanya gaji pegawai BLUD dan Jasa Pelayanan belum bisa dibayarkan sampai terbitnya SK tersebut. Syahrudin Hamzah menuturkan, setiap tanggal 25 pihaknya wajib membayarkan honor atau gaji untuk seluruh pegawai BLUD dan jasa pelayanan

Tapi khusus bulan ini, uang tidak bisa dicairkan karena masih menunggu SK pengangkatan direktur sebagai otorisator keuangan BLUD.

“Saat ini sedang diproses di provinsi. Mudah-mudahan hari ini sudah jadi. Sehingga pas jatuh tempo pembayaran, semua sudah beres,” katanya.

Jika Senin (25/9/2017) hari ini honor tetap belum bisa dicairkan, berarti akan ada keterlambatan satu hingga dua hari ke depan. Setidaknya hingga Pemprov Jateng menerbitkan SK pengangkatan direktur yang baru.

Pihaknya sebenarnya sudah punya firasat bakal ada gonjang-ganjing soal keterlambatan pencairan honor bulan September ini. Karena itu, sebagai antisipasi, dia menerbitkan SE tentang Penundaan Pembayaran Gaji Pegawai BLUD dan Jasa Pelayanan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono mengungkapkan, sebenarnya pejabat direktur sudah ditunjuk, yakni Suharto (Wakil Direktur). Namun diperoleh kabar bahwa yang bersangkutan sedang sakit dan harus dirawat di RSCM Jakarta.

”Plt Suharto sedang berhalangan karena sakit, karena itu Pemprov akan segera mengambil alih untuk menunjuk pejabat pengganti,” kata Puryono.

Menurutnya, administrasi dan keuangan di rumah sakit tidak boleh tertunda karena terkait dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sangat vital.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan betapa lemahnya pengelolaan Pemprov Jateng.

Menurut dia, permasalahan itu tidak akan muncul jika pemprov langsung menunjuk Plt atau mengangkat Dirut baru saat dirut lama purna tugas.

“Masalah purna tugas itu kan sudah diketahui sebelumnya. Seharusnya juga sudah diantisipasi dan dipersiapkan penggantinya. Jadinya tidak terbengkalai seperti ini,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...