Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ibu 3 Anak Jual Narkoba Demi Bayar SPP Anaknya

Polisi saat melakukan gelar perkara ibu jual obat terlarang di Mapolres Demak. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Demak – Rini Suprianti (35) ibu tiga anak asal Mranggen, Kabupaten Demak, kesulitan membiayai anaknya sekolah. Hal terlarang pun dilakukannya, yakni menjual obat. Baru sepekan jualan obat terlarang, Satuan Narkoba Polres Demak langsung meringkusnya berikut barang bukti 1.355 pil eximer.

Kini keuntungan besar dari hasil jual obat tinggal kenangan. Sebab, Rini harus mendekam di penjara. Sedangkan biaya pendidikan anaknya kian terbengkalai. Setelah sebelumnya, Rini amat peduli dan rela mencari uang tambahan dengan menjual obat.

“Anak saya minta bayar SPP sebulan Rp 170 ribu,” kata Rini saat gelar perkara di Mapolres Demak, Senin (25/9/2017).

Baca : Sadis, Suami di Jepara Ini Tega Bakar Istri

Uang senilai SPP anaknya jelas tak dimilikinya. Mengingat, pekerjaanya merupakan buruh pencuci baju. Upah buruh cuci yang diterimanya sangat sedikit.  Sepeninggal suaminya, Rini menjadi buruh cuci dan setrika baju. Dia harus menanggung semua biaya kebutuhan keluarga.

Maka rasa tanggung jawab terhadap anaknya itulah yang membuatnya mencari uang tambahan. Kebetulan, di tempatnya mencuci di rumah Jaenuri, siap memberikan pekerjaan tambahan. Yaitu, menjual pil kuning. Setiap harinya saat menjual pil kuning, Rini mendapat uang Rp 25 ribu.

Rini sendiri tak pernah tahu jika aktivitas tambahannya sebagai penjual obat adalah terlarang. Tak butuh waktu lama, polisi cepat memburunya. Saat ini, Rini harus mempertangungjawabkan perbuatannya kepada polisi.

Baca : Sambil Momong Putrinya, Pria Ini Jalan Kaki Salatiga-Ungaran untuk Berjualan

Sementara itu, Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan mengatakan, pil yang dijual tersangka berdampak buruk pada pengonsumsinya. Seperti menyebabkan mabuk dan teler. Sejauh ini, keterangan tersangka ke polisi, pembelinya rata-rata pemuda dan pelajar. Akibat perbuatannya, Rini melanggar undang-undang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. “Majikannya masih buron,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...