Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

86 Desa di Grobogan Kesulitan Air Bersih

Warga di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan menyambut gembira datangnya bantuan air bersih dari BPBD. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski beberapa hari lalu sempat turun hujan di sebagian wilayah Grobogan namun belum mampu mengatasi kekeringan yang terjadi sejak dua bulan terakhir. Bahkan, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bencana kekeringan ini justru makin meluas.

”Beberapa waktu lalu, baru beberapa desa yang terkena dampak kekeringan. Saat ini, sudah ada 86 desa di 12 kecamatan yang mengalami kekeringan,” terang Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono pada wartawan, saat menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Ngambilan, Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, Sabtu (23/9/2017).

Makin meluasnya bencana kekeringan ini membuat pihak BPBD kerepotan mendistribusikan bantuan air bersih. Hal ini terkait keterbatasan armada mobil tangki untuk mengedrop air bersih. Dengan kondisi ini penyaluran bantuan itu harus dilakukan bergiliran.

”Untuk pelayanan droping air ini kita lakukan dengan 8 mobil tangki setiap harinya. Sebagian besar amada droping ini adalah milik PDAM Grobogan. Meski armada terbatas, pelaksanaan droping air kita upayakan semaksimal mungkin. Saat ini, sudah 205 tangki air bersih yang kita salurkan ke desa kekeringan,” jelas Agus.

Disebutkan, dari 19 kecamatan yang ada, selama ini hanya empat kecamatan yang relatif aman dari bencana kekeringan. Yakni, Kecamatan Tegowanu, Klambu, Gubug dan Godong.

Untuk kekeringan paling parah ada di Kecamatan Purwodadi, Geyer, Toroh, Pulokulon, Kradenan, Gabus, Karangrayung, Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, dan Grobogan. Di kecamatan ini sebagian besar desanya mengalami kekeringan.

Sementara wilayah Kecamatan Penawangan, Kedungjati, Brati dan Tanggungharjo hanya beberapa desanya saja yang terkena bencana musiman ini.

Untuk penanganan kekeringan tahun ini, lanjut Agus, pihaknya mengalokasikan dana sekitar Rp 150 juta. Jika dana itu habis akan diambilkan anggaran lagi lewat pos dana tak terduga.

Selain dari BPBD, ada juga bantuan air bersih dari pihak luar. Seperti dari PMI, BUMD, Parpol dan organisasi kemasyarakatan.

”Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar bantuan air bersih ini bisa tersebar merata serta mencukupi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat sudah turun hujan sehingga bencana kekeringan ini bisa berkurang,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...