Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Opname di Mekah, Kedatangan Astohar Diiringi Isak Tangis Keluarga di Grobogan

Jemaah haji kloter 17 Astohar bin Syahar disambut sanak keluarganya saat tiba di kampung halamannya di Desa Tunggak, Kecamatan Toroh, Jumat (22/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana haru bercampur gembira mewarnai kedatangan salah satu jemaah haji Grobogan bernama Astohar bin Syahar (64) di kampung halamannya di Desa Tunggak, Kecamatan Toroh, Jumat (22/9/2017).

Jemaah haji yang tergabung dalam rombongan kloter 17 itu tiba di rumahnya sekitar pukul 09.40 WIB dengan diantar petugas dari Kemenag dan Dinkes Grobogan menggunakan ambulans dari asrama haji Donohudan. Itu dilakukan karena kondisinya masih lemas setelah mendapat perawatan di Mekah.

”Sebenarnya, ada pihak keluarga yang menjemput di Donohudan. Namun, karena kondisinya agak lemas akhirnya kita bawa pulang naik ambulans,” kata Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Fahrurrozi.

Begitu turun dari ambulans, tangis keluarga dan sanak kerabat yang sudah menunggu di rumah langsung pecah. Beberapa kerabat terlihat langsung memanjatkan puji syukur usai bersalaman dengan Astohar.

Suasana haru ini cukup beralasan karena Astohar seharusnya sudah pulang ke tanah air bersama rombongan kloter 17, Selasa (12/9/2017) lalu. Astohar terpaksa tertinggal dengan rombongannya karena masih opname di RS King Abdul Aziz Mekah.

Setelah kondisinya dinyatakan pulih, Astohar akhirnya bisa dipulangkan ke tanah air bersama rombongan kloter 48 embarkasi Solo.

Selain Astohar, ada satu jemaah Grobogan yang terpaksa dipulangkan lebih awal karena alasan kesehatan. Yakni, jemaah dari kloter 65 atas nama Sunarti Sukandar Salam yang berasal dari Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu.

Sesuai jadwal, jemaah berusia 75 tahun itu seharusnya pulang bersama rombongan kloter 65 tanggal 27 September mendatang. Namun, karena alasan kesehatan, Sunarti dipulangkan lebih awal bersama rombongan haji kloter 47 embarkasi Solo.

”Ibu Sunarti tiba di Donohudan sekitar jam 01.00 WIB dengan kloter 47. Kalau Pak Astohar tiba di Donohudan sekitar jam 06.00 WIB bersama kloter 48. Untuk ibu Sunarti langsung dibawa pulang oleh keluarganya yang menjemput di Donohudan,” jelas Fahrur.  

Menurut Fahrur, saat ini, masih ada tiga kloter jemaah haji Grobogan yang berada di tanah suci. Yakni, jemaah haji kloter 64, 65, dan 66.

Ketiga kloter ini dijadwalkan pulang ke tanah air pada hari yang sama. Yakni, tanggal 27 September tetapi jamnya berlainan.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...