Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tiga Warga Undaan Kudus Nyaris Terpanggang Hidup-hidup di Dalam Rumahnya

Api membakar rumah milik Suharti, di Desa Karangrowo, RT 5 RW 1, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib mujur masih menyertai Suharti (40) bersama dua anaknya, yang tinggal di Desa Karangrowo, RT 5 RW 1, Kecamatan Undaan, Kudus. Meski rumah yang mereka tempati hangus dilalap api, namun mereka masih bisa selamat.

Pasalnya, hampir saja mereka terpanggang hidup-hidup, karena masih terlelap tidur saat rumahnya terbakar.

Beruntung, saat api mulai membesar ada warga yang melintas dan mengetahui kebakaran, langsung mendobrak pintu untuk menyelamatkan tiga penghuni rumah tersebut.

Peristiwa kebakaran ini terjadi pada Jumat (22/9/2017) dini hari, sekitar pukul 01.15 WIB. Saat peristiwa itu terjadi, Suharti dan anaknya tengah tidur di dalam kabar, dan tak mneyadari jika rumahnya mulai terbakar.

“Saat itu, terdapat warga yang kebetulan memergoki api yang membakar rumah. Melihat hal itu, warga langsung menggedor-gedor pintu rumah untuk membangun pemiliknya,” kata Kapolsek Undaan AKP Anwar,  kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, setelah terbangun, bersama sejumlah warga lainya pemilik rumah langsung dibawa ke tempat yang aman di musala yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Setelah itu, lanjut Anwar, warga menghubungi pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan api yang sudah membesar. Karena jaraknya jauh, pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Kudus datang cukup terlambat. Sekitar pukul 02.45 WIB api baru bisa dipadamkan.

“Akibat kebakaran yang hebat, kerugian ditaksi mencapai Rp 40 jutaan. Karena hampir semua barang di dalam rumah habis terbakar,” jelasnya.

Pihaknya menduga, kebakaran dipicu dari kompor gas yang digunakan masak air. Karena tak mati sempurna, sehingga membakar rumahnya. Beruntung, dalam kejadian tersebut tak memakan korban dan gas tak meledak.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...