Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Begini Nasib Napi Kabur Dari Rutan Jepara Bila Tertangkap

 

Slamet Wiryono saat berada di depan Rutan IIB Jepara tanpa mengenakan seragam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranot0) 

MuriaNewsCom, Jepara – Rumah Tahanan IIB Jepara melakukan pengetatan pemberian status tamping (pembantu petugas rutan dan hampir bebas), setelah kasus kaburnya seorang narapidana (Sudarsono) dari tempat tersebut, Selasa (19/9/2017). Selain itu, akan dilakukan peningkatan kapasitas petugas rutan. 

“Yang pasti harus selektif lagi dalam memilih tamping. Selain itu kami harus meningkatkan sumberdaya dari petugas kami,” ucap Slamet Wiryono Kepala Rutan IIB Jepara, Rabu (20/9/2017). 

Menurutnya untuk penjagaan, ada empat regu dengan masing-masing diperkuat tiga personel. Mereka terbagi dalam empat giliran kerja. Selain itu, terdapat pula 24 titik yang diawasi oleh pengindera jarak jauh atau CCTV. 

Baca Juga: Seorang Narapidana Rutan Kelas IIB Jepara Kabur

Slamet menyatakan jumlah petugas masih jauh dari kondisi ideal. Hal itu karena hingga saat ini jumlah narapidana yang harus diawasi berjumlah 247 orang. Pihaknya mengaku sudah mengajukan tambahan petugas kepada Kemenkumham. 

“Pada penerimaan pegawa tahun ini kami sudah mengajukan sebanyak 15 orang, namun kami belum tahu berapa yang diberikan oleh kementrian kepada kami, pastinya kan akan dibagi-bagi ke seluruh Indonesia, wong keadaan kelebihan warga binaan merata,” tuturnya. 

Ditanya terkait ancaman hukuman bila buron napi yakni Sudarsono, Slamet mengaku tidak ada. Sesuai peraturan, jika yang bersangkutan tertangkap, maka tinggal menghabiskan sisa masa kurungannya. 

“Jika dia tertangkap, maka ia hanya menghabiskan sisa kurungannya. Sebenarnya kalau Sudarsono tak kabur, ia bisa lepas pada minggu ini, karena sudah masuk cuti bersyarat. Namun dengan kejadian ini, hak cutinya tak berlaku. Ia bisa ditambah hukumannya, jikalau dia dilaporkan atas penggelapan motor yang dibawa saat kabur, namun itu ranahnya laporan ke polisi,” terangnya. 

Adapun Sudarsono dipidana karena melakukan penipuan dengan pidana selama satu tahun lima bulan penjara. 

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...