Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ditanya Siapa Bandarnya, Kurir Sabu di Semarang Malah Jawab ‘112’

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Aparat dari Satuan Reskrim Narkoba Polrestabes Semarang, sempat mengernyitkan dahi saat menginterogasi kurir sabu bernama Eko Prasetyo Ardi (25), warga Weleri, Kendal.

Pasalnya, ketika ditanya siapa Bandar yang menyuruh untuk mengantarkan narkoba itu, Prasetyo justru memberi jawaban aneh. Tersangka menyebut ‘112’ sebagai bos  yang memerintahkannya. Namun ia selalu berkelit ketika didesak untuk memberitahu jati diri misterius tersebut.

Bahkan tersangka juga sempat mengaku mendapatkan barang haram itu dari bandar dari penjara. Namun polisi masih mendalami keterangan tersebut.

”Ini masih kami dalami betul atau tidak. Karena pengedar selalu bilang dapatnya dari lapas. Jadi kalau tersangka tidak bisa menyebutkan siapa seseorang itu tidak masuk akal,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, saat jumpa pers, Senin (18/9/2017).

Tersangka juga mengaku tugasnya hanya menerima sabu kemudian membaginya dalam paket dan meletakkan di suatu tempat. Tempat untuk meletakkan sabu itu diakui terserah dirinya, namun ia melaporkan posisi sabu kepada bosnya.

Ia menyebut, tersangka Eko dibekuk pada Jumat (15/9/2017) lalu di Jalan MT Haryono Semarang. Sebelum ditangkap, polisi terlebih dahulu membuntuti tersangka. Saat ditangkap dan digeledah polisi menemukan sabu seberat 5 gram di motornya.

Tersangka kemudian digelandang untuk mencari barang bukti lain di rumah kosnya di daerah Tlogosari, Kota Semarang. Di rumah kos itu kembali ditemukan sabu seberat 195 gram.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi menyebut, tersangka menjalankan aksinya sejak 5 bulan terakhir. Setiap menjual 100 gram sabu ia mendapatkan upah Rp 1 juta.

“Sekali transaksi itu 30 gram, 20 gram, 12 gram, paling kecil 5 gram. Setiap 100 gram dia dapat Rp 1 juta, ini dia sudah dapat Rp 4 juta,” ujarnya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan jeratan pasal itu tersangka dikenai ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...