Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

BRI Pati Tagih Utang Orang Meninggal, Istri Tak Kuasa Tahan Tangis

Sukirah, warga Kayen, Pati menunjukkan surat kematian suaminya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – BRI Cabang Pati disebut-sebut menagih utang kepada Karsono, warga Kayen yang sudah meninggal pada 2008 silam. Hal itu diakui istri Karsono, Sukirah, Senin (18/9/2017).

“Saya sudah ditagih tiga kali, terakhir sekitar tahun 2016. Saya sempat diminta tanda tangan, saya tidak mau. Suami saya sudah meninggal, harusnya utangnya lunas,” ujar Sukirah.

Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada 29 Agustus 2008 silam saat suaminya meninggal dunia. Saat itu, suaminya masih memiliki tanggungan utang senilai Rp 250 juta.

Namun, Sukirah ingat betul bahwa pihak BRI dulu berjanji kalau pihak yang debitur meninggal, utangnya akan lunas. Bukannya lunas, pihak BRI justru menagih utang kepada istrinya.

Padahal, ada empat sertifikat rumah tanah, pekarangan dan sawah yang dijaminkan almarhum. Sukirah tidak tahu harus berbuat sesuatu, lantaran BRI disebut tidak merespons dengan baik.

Dia menceritakan, saat suaminya meninggal, pegawai BRI bernama Ali Mahmudi dan Edo meminta surat kematian dan surat-surat lainnya, termasuk surat pembayaran rumah sakit. Dia tidak tahu bila hal itu yang membuat Sukirah diburu BRI sampai sekarang.

Dia juga mengaku selalu diminta tanda tangan dengan pihak BRI, tetapi Sukirah tidak mau. Dia takut bila tanda tangan itu merupakan upaya pengalihan utang dari suami kepada dirinya.

“Sekarang yang bertanggung jawab hutang ibu lho ya, karena suami sudah meninggal,” ujar Sukirah menirukan pegawai BRI yang mendatanginya.

Namun, Sukirah selalu berhati-hati. Dia sempat meminta surat perjanjian atau akad kredit suaminya kepada BRI. Sayangnya, Sukirah sampai saat ini belum mendapatkan akad kredit tersebut.

“Saya tidak akan mengasihkan (surat perjanjian) yang kamu minta. Kalau itu saya kasihkan, gimana, ya bisa mematikan orang semua,” ucap Sukirah menirukan pegawai BRI, Teguh.

Maksud hati Sukirah meminta akad kredit tersebut supaya jelas perjanjian yang pernah dilakukan suaminya kepada BRI. Namun apa daya, Sukirah merupakan orang tidak mampu sehingga hanya bisa pasrah dan menangis.

Saat dikonfirmasi, Kepala BRI Cabang Pati Joni Sukendro sedang berada di luar kota. Sementara Sekretaris BRI Cabang Pati, Andriani menyarankan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada divisi administrasi kredit, Teguh.

Namun, Teguh enggan memberikan jawaban apapun. “Kalau mau konfirmasi atau klarifikasi apapun, silakan berkirim surat ke manajemen BRI Pati. Kami tidak punya kewenangan apa-apa. Kalau Bu Andriani menyarankan untuk ketemu saya, salah itu. Karena saya punya pimpinan,” jawab Teguh.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...