Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Terbakar, 4 Rumah Warga Sukorejo Grobogan Hangus Tak Bersisa

271
Salah satu rumah yang tinggal puing-puing setelah hangus terbakar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tak berapa lama setelah kebakaran terjadi di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, anggota Damkar Grobogan kembali harus menjalankan tugas. Yakni, memadamkan kebakaran di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Sabtu (26/8/2017).

Amuk kebakaran di Desa Sukorejo lebih parah dari peristiwa di Desa Kramat. Dalam peristiwa ini, sedikitnya ada empat rumah warga di Dusun Jetak yang terbakar habis.

Dari empat rumah tersebut, dua bangunan milik Jafar (70), warga yang tinggal di wilayah RT 01, RW 06. Sedangkan dua rumah lainnya milik Mintono (60), dan Aryanto (30). Semua bangunan rumah yang ludes terbakar terbuat dari bahan kayu jati.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran diketahui warga sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, warga yang lewat di jalan sempat melihat ada kobaran api dari rumah Jafar di bagian belakang. Sebelum kejadian, beberapa warga sempat mendengar suara letusan.

Ketika warga hendak memeriksa ke rumah tersebut, kobaran api mendadak sudah membesar karena ada hembusan angin kencang saat itu. Melihat kejadian itu, puluhan warga berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Meski sudah berupaya keras, namun pemadaman gagal dilakukan. Sebaliknya, kobaran api makin susah dikendalikan dan menyambar dua rumah terdekat.

Sekitar 30 menit kemudian, lima mobil damkar tiba di lokasi. Meski sudah banyak armada yang dikerahkan, namun pemadaman masih sulit dilakukan karena banyak barang mudah terbakar di tiga rumah tersebut. Setelah berjibaku hampir 2 jam, kobaran api akhirnya bisa dikendalikan.

Kapolsek Tegowanu AKP Bambang Uwarno menyatakan, saat kejadian, kondisi rumah Jafar dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang ziarah ke Klaten. Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan sementara, api diperkirakan berasal dari kompor yang lupa dimatikan hingga mengakibatkan tabung gas meledak.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 300 juta,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.