MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ditinggal Pengajian, Rumah Warga Kramat Grobogan Ludes Terbakar

722
Puluhan warga dan petugas memadamkan kebakaran di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, Sabtu (26/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kebakaran terjadi di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, Grobogan, Sabtu (26/8/2017) sekitar pukul 10.30 WIB. Akibatnya, dua unit rumah milik Rustamto (60), ludes dilalap api.

“Selain rumah, seluruh barang dan harta berharga yang ada di dalamnya ikut habis. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 300 juta,” ungkap Kades Kramat Agus Ali Subhan.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kebakaran, rumah kondisi kosong. Beberapa waktu sebelumnya, pemilik rumah yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) di desa tersebut sudah pergi beraktifitas. Sementara istrinya Warsini, sekitar satu jam sebelum kejadian pergi ikut pengajian di rumah tetangganya.

Kebakaran itu baru diketahui warga ketika api sudah membesar. Semula, warga mengira munculnya asal tebal akibat pembakaran sampah.

Warga makin curiga karena asap justru semakin tebal. Beberapa warga mencoba mendatangi rumah tersebut. Ternyata, rumah bagian belakang sudah terbakar.

“Melihat peristiwa ini, warga berupaya untuk melakukan pemadaman sebisanya. Namun, lantaran saat itu ada hembusan angin kencang maka pemadaman jadi sulit dan apinya makin cepat membesar,” jelas Agus.

Selain itu, banyaknya barang mudah terbakar menyebabkan nyala api makin cepat membesar dan menjalar hingga rumah depan. Menurut Agus, bagian depan rumah selama ini difungsikan toko kelontong serta kebutuhan pertanian.

Meski sudah dibantu empat unit mobil damkar, namun upaya menjinakkan api tak mudah. Api pun melahap seluruh rumah berikut isinya. Tak lama kemudian, kobaran api itu padam dengan sendirinya.

“Dalam rumah itu juga terdapat stok pupuk milik kelompok tani yang ikut terbakar. Pemilik rumah adalah Ketua Poktan di Desa Kramat,” imbuhnya.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan sementara, kebakaran dipicu dari sisa bara api dalam pawon yang belum sepenuhnya dimatikan.

“Sebelum berangkat pengajian, istri pemilik rumah sempat masak dulu. Kemungkinan, api belum padam betul dan menjalar ke tumpukan kayu kering dekat pawon hingga membakar dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu,” jelas Agus.

Editor : Akrom Hazami

Ruangan komen telah ditutup.