Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Petani di Grobogan Ini Rela Habiskan Puluhan Juta untuk Bikin Irigasi Modern, Hasilnya Mengejutkan

Edi tengah memeriksa jaringan paralon dalam irigasi modern sprinkler di ladangnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemanfaatan teknologi untuk membuat sebuah sistim irigasi mulai dilakukan petani di Grobogan. Salah satu pelakunya adalah Edi Sukamto, petani di Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. Meski harus mengeluarkan puluhan juta rupiah, namun hasil yang didapatkan cukup luar biasa.

Untuk memudahkan budidaya tanamannya, petani berusia 37 tahun itu membangun sistim irigasi yang dikenal dengan nama sprinkler. Irigasi sprinkler merupakan suatu metode irigasi yang fleksibel.

“Irigasi sprinkler tidak hanya digunakan untuk menyiram tanaman saja. Tetapi juga dapat dipakai untuk pemupukan dan pengobatan. Irigasi sprinkler juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kelembaban tanah dan mengontrol kondisi iklim sesuai dengan kondisi tanaman,” ujar Edi saat ditemui di lokasi sawahnya yang berada di sebelah selatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Purwodadi itu.

Areal sawah Edi luasnya sekitar 4 hektare. Saat ini, lahan sawahnya dipenuhi tanaman cabai yang berusia sekitar 2 bulan.

Pada areal sawahnya terpasang banyak sekali paralon plastik berbagai ukuran. Selain dipasang menyusuri lahan, banyak juga pipa yang dipasang dengan posisi berdiri dan di atasnya diberi kran khusus.

Fungsi kran ini untuk menyemprotkan air pada tanaman di sekitarnya. Saat proses penyiraman, airnya keluar berputar dari kran dan bentuknya seperti curah hujan.

Baca juga : Ini Keuntungan Iringasi Sprinkler yang Dibuat Petani Muda Grobogan

Selain memudahkan proses penyiraman dan perawatan, dengan irigasi berbasis teknologi ini bisa menghemat biaya dibandingkan menggunakan penyiraman manual. Penghematan biaya dikalkulasi bisa sampai 50 persen, karena tidak butuh banyak tenaga kerja.

“Sebelum pakai irigasi sprinkler saya butuh 30 tenaga kerja khusus untuk menyiram tanaman. Dengan tenaga sebanyak ini, butuh waktu penyiraman sampai 2 hari. Sekarang, tenaga kerjanya hanya beberapa orang saja untuk mengawasi kerja sprinkler saat menyentorkan air dan mengoperasikan mesin sedot,” jelas Edi.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...