Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pembangunan Jembatan Gantung di Kedungjati Grobogan Diusulkan ke Kementerian 

Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saat melakukan survei tebing Sungai Tuntang di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keingian warga Desa Ngombak dan Desa Kentengsari di Kecamatan Kedungjati, Grobogan untuk dibuatkan jembatan gantung mendapat respons positif. Dalam waktu dekat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan kedua desa tersebut pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono menyatakan, sebelum mengajukan permohonan, pihaknya sudah menerjunkan tim teknis ke lokasi. Tujuannya untuk melakukan survei awal, mengmpulkan data dan informasi pendukung serta membuat desain jembatan.

Direncanakan jembatan gantung tersebut memiliki panjang 85 meter dengan lebar 1,8 meter. Jembatan ini akan membentang di atas Sungai Tuntang.

“Segera kami usulkan ke Kementerian PUPR untuk mendapatkan pendanaan. Mudah-mudahan permohonan ini disetujui. Pada tahun ini, pihak kementrian sudah memberikan bantuan jembatan gantung di Kecamatan Pulokulon dan Kradenan,” jelasnya, Senin (7/8/2017).

Menurutnya, dari hasil pemetaan yang dilakukan akses jalan di Desa Ngombak menjadi aset desa. Kondisi ini menyebabkan pihaknya tidak bisa menganggarkan karena jadi kewenangan desa.

Kepala Desa Ngombak Kartini mengatakan, untuk mendukung terwujudnya pembangunan jembatan, pihak desa juga sudah melakukan persiapan sesuai kemampuan. Misalnya, membuat akses jalan dengan cor beton ke lokasi yang saat ini digunakan sebagai penyeberangan warga.

Selain itu, pihak desa juga sudah memiliki tanah yang akan dijadikan landasan bagi pembuatan fondasi jembatan. Untuk lahan itu, tidak perlu ada pembebasan tanah.

Menurut Kartini, setiap hari terdapat ratusan orang yang memanfaatkan jalur sungai untuk beraktivitas. Baik anak sekolah, petani dan pedagang.

Terkait dengan kondisi itu, memang sempat muncul usulan untuk membangun sebuah jembatan gantung. Sebab, keberadaan jembatan dibutuhkan warga desanya dan desa tetangga.

“Untuk saat ini pihak desa belum memungkinkan untuk membuat jembatan. Kami butuh dukungan dari pemkab, provinsi atau pusat untuk merealisasikan usulan warga,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...