Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini 3 Trik Bupati Kudus Lawan Pungli

245
Bupati Kudus Musthofa hadir membuka acara Sosialisasi Pemberantasan Pungli, di Gedung Setda Kudus (1/8/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus berupaya keras mencegah adanya pungutan liar (pungli) dalam setiap pelayanan publik. Demi tercapainya pelayanan yang baik, bersih, dan transparan. Sehingga birokrasi dalam pemerintahan bersih bisa terwujud.

Demikian yang mendasari kegiatan Sosialisasi Pemberantasan Pungli, di Gedung Setda Kudus (1/8/2017). Bupati Kudus Musthofa hadir membuka acara dengan didampingi forkopinda dan dihadiri jajaran Pemkab Kudus, instansi vertikal termasuk Rutan, BUMD, sekolah, serta notaris/PPAT.

Menurutnya, pungli tidak semata-mata mengenai materi. Namun semua yang terkait dengan pelayanan pada masyarakat. Terutama pelayanan bidang pendidikan dan kesehatan.

“Kuncinya adalah dari hati. Dengan niat yang baik, ini sudah menjadi modal terbesar kita bekerja dan berihtiar yang terbaik untuk melayani masyarakat,” kata Musthofa.

Menurut kandidat doktor Undip ini, bahwa kinerja pemerintahan saat ini bagai dalam aquascape. Semua warga bisa melihat secara jelas kinerja pelayan publik. Karena itulah, kini diharapkan bisa bekerja secara baik serta maksimal.

Musthofa meminta camat memberikan pemahaman dan edukasi. Mengingat semua pelayan publik sudah seharusnya paham aturan. Biar nanti tidak terjadi persoalan.

“Keberhasilan pemerintah yang clean bukan dari banyaknya kasus yang terungkap. Tetapi dari tumbuhnya kesadaran untuk paham mana yang menjadi hak dan mana yang bukan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Musthofa berpesan tiga hal. Yakni semua harus berniat yang ikhlas, bekerja dengan cerdas, dan bekerja keras. Inilah modal penting untuk bisa memberikan pelayanan publik.

“Di era global sekarang, hidup adalah kompetisi. Berlombalah untuk menunjukkan kinerja terbaik,” pungkasnya. (nap)

Editor : Akrom Hazami

Ruangan komen telah ditutup.