Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Siswa SD Dibully Sadis, Disdikpora Kudus Bantah Berita itu Tak Benar

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus Joko Susilo memberikan keterangan kepada wartawan. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus kekerasan (bully) yang terjadi pada siswi di Kabupaten Kudus santer diberitakan.  Yakni AL (8) siswa SD 1 Negeri Gondosari, Gebog.
Dari data yang dihimpun, AL saat ini duduk di kelas IV. Korban merupakan warga Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

L diduga mendapatkan perlakukan keras yang sadis. Di antaranya berupa jotosan, ditindih kursi, serta parahnya lagi adalah kemaluan pelaku ditusuk dengan penggaris besi sampai lecet.

Peristiwa tersebut terjadi saat tidak ada guru. Mengingat saat kejadian, sedang ada rapat sekolah. Dengan pelakunya adalah teman sekelas korban. Kejadian dipicu karena korban tidak mau menuruti kemauan teman sekelas yang merupakan ketua geng di kelas.

Diketahui geng tersebut diketahui oleh seorang anak berinisial F. Geng itu terdiri atas sembilan anak. Mayoritas geng anak itu terdiri dari para siswi.

Korban sudah meminta pertolongan kepada teman lain. Tapi tak ada yang berani melakukan pertolongan Hasil penelusuran di lapangan, katanya, diduga kasus kekerasan keras dilakukan F kepada AL sejak korban duduk di kelas III.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus Joko Susilo dimintai responnya atas kasus ini membantah berita itu.  “Setelah kami melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak seperti sekolah, komite, orang tua dan lainya ternyata kabar tersebut tidaklah benar. Jadi kami meminta pemberitaan dapat disesuaikan,” katanya kepada awak media. 

Bahkan Joko menuturkan jika tindakan kekerasan yang diberitakan oleh media tak dibenarkan. Karena dari info yang didapatnya, geng F hanya bercanda kepada korban.

Disinggung mengenai kondisi para siswa kini, Joko mengatakan jika pelaku dan korban saat ini sudah baik-baik saja. Termasuk saat ini, siswa sudah pindah sekolah. Saat ini, perkara tersebut masih diproses di Kepolisian Kudus. Jika nantinya harus memanggil pihak pendidikan termasuk pihak dinas, Joko mengaku siap dipanggil kapanpun guna memberikan penjelasan terhadap kepolisian.

Sementara, Kasatreskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daili mengatakan, penanganan masih dilakukan dari kepolisian. Saat ini, pihaknya tengah menunggu hasil dari visum yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Siswa SD di Gondosari Gebog Kudus Dibully Sadis

 

Comments
Loading...