Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Waspadai Titik Kerawanan Macet di Rembang saat Arus Mudik Lebaran

Kondisi macet di area Jembatan Grasak Rembang beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pembangunan jembatan Grasak di jalur Pantura, Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan, Rembang, membuat area tersebut terjadi penyempitan arus lalu lintas.

Dari pantauan di lapangan, dampak pekerjaan proyek pembangunan jembatan tersebut sempat mengakibatkan arus lalu lintas di jalur tersebut macet.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Rembang AKP Rikha Zulkarnain mengatakan, pihaknya telah menerjunkan beberapa personel untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas.

“Salah satunya yakni melakukan sistem buka tutup arus lalu lintas. Yakni, lalu lintas dari arah timur dan barat, berjalan secara bergantian,” paparnya.

Sementara itu, mengenai jalaur alternatif lainnya yang bisa dilalui oleh pemudik untuk bisa menghindari jalan tersebut, menurutnya, tidak ada jalur alternatif di dekat area tersebut. Untuk itu, solusinya adalah pemberlakuan rekayasa lalu lintas.

“Kalau jalur alternatif sih kayaknya tidak ada. Namun dengan cara sistem buka tutup ini nantinya bisa mengurai kemacetan yang ada,” paparnya.

Di sisi lain, pihaknya juga membeberkan bahwa di Rembang nantinya akan beberapa titik yang rawan akan kemacetan di saat Lebaran. Di antaranya yakni Jalan Diponegoro, Jalan Rembang-Lasem, tepatnya di daerah Karang Jahe.

“Untuk titik macet itu ada tiga wilayah, di antaranya yakni Jalan Diponegoro. Sebab, jalan ini berada di kawasan wisata Pantai Kartini. Sementara itu, jalan Rembang-Lasem yang berada di titik kawasan keluar masuknya kendaraan pengunjung Pantai Karang jahe dan di titik  pembangunan jembatan Grasak,” pungkasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada sopir dan pemudik lainnya untuk selalu berhati-hati. Karena di Rembang ini rata-rata berada di titik rawan kecelakaan.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...