Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Rawan Makan Korban, Perlintasan Sebidang KA di Katong Grobogan Bakal Ditutup

Warga melintas di perlintasan sebidang kereta api di Desa Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan. Lokasi itu bakal ditutup oleh Kementerian Perhubungan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Katong, Kecamatan Toroh saat ini dilanda keresahan. Hal ini terkait adanya rencana penutupan perlintasan sebidang kereta api (KA) yang ada di Dusun Jetis. Penutupan perlintasan tanpa palang yang jadi lokasi maut, beberapa waktu lalu, akan dilakukan Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Penutupan dijadwalkan usai Lebaran tepatnya tanggal 19 Juli 2017. Hal itu sesuai dengan pengumuman berbentuk spanduk yang dipasang di perlintasan sebidang tersebut. “Terus terang bakal ditutupnya perlintasan ini bikin resah. Soalnya, ini menjadi akses transportasi vital bagi warga sini. Khususnya, warga di Dusun Ketanggan yang ada di selatan rel,” kata Suharto, warga setempat.

Penutupan perlintasan bukan jadi solusi terbaik untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Menurut warga, solusi paling pas adalah membangun palang pintu di perlintasan tersebut. “Sejak dulu, warga sudah mengusulkan agar dibuatkan palang pintu. Tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Pembuatan palang saya kira jadi solusi paling bagus,” imbuh Hartono, warga lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto mengatakan, penutupan tersebut salah satu usulan dari Menteri Perhubungan dalam rapat antar instansi yang digelar di Semarang pada 8 Juni lalu. Pertimbangan penutupan terkait dengan kerawanan kecelakaan. Sebab di lokasi tersebut pandangan pengendara terhalang bangunan.  Kemudian, lokasi tersebut jalur relnya menikung.

Kondisi ini menyebabkan masinis tidak dapat melihat dengan jelas pengendara yang melintas rel. Demikian pula sebaliknya, pengendara juga tidak bisa melihat kereta yang akan melintas dari timur. “Permintaan penutupan perlintasan sebidang ini langsung dari Menhub. Kemarin, tim dari kementerian sudah kesini untuk cek lokasi,” katanya, Kamis (15/6/2017).

Sebelum penutupan, akan dilakukan sosialisasi lebih lanjut dengan warga. Rencana, sosialisasi akan dilakukan pascalebaran sekitar tanggal 5 Juli. “Warga setempat memang keberatan kalau perlintasannya ditutup. Soalnya, itu sudah jadi jalur beraktivitas warga selama puluhan tahun. Kita harapkan nanti ada solusi dalam sosialisasi bersama warga,” jelasnya. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...