Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Guru di Grobogan dapat Pembekalan Pendidikan Keluarga dari Kemendikbud

Ratusan guru dari beberapa satuan pendidikan di Grobogan mengikuti sosialisasi mengenai pendidikan keluarga dari Kemendikbud. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan guru dari beberapa satuan pendidikan mendapat tambahan pembekalan mengenai pendidikan keluarga. Yakni melalui kegiatan sosialisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dilangsungkan sejak 15 Juni 2017 di RM Danau Resto Purwodadi.

“Ada ratusan guru yang mengikuti sosialisasi mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP. Sosialisasi rencananya dilangsungkan selama seminggu hingga Kamis, lusa. Jadi, tiap hari pesertanya gantian,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Pudjo Albachrun, Selasa (20/6/2017).

Beberapa bulan sebelumnya, sudah dilangsungkan bintek bagi kepala sekolah berbagai satuan pendidikan. Terdiri 15 kepala PAUD, 15 kepala SD, dan 7 kepala SMP. Sisanya dari unsur pengawas dan pemilik, forum komunikasi PKBM, dewan pendidikan dan himpunan IKP.

Setelah bintek dilanjutkan sosialisasi bagi para guru. Mereka yang sebelumnya mengikuti bintek, sebagian gantian memberikan pengetahuan masalah pendidikan keluarga para peserta sosialisasi.

“Bintek dan sosialisasi ini diselenggarakan kerja sama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan  Keluarga, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat pada Kemendikbud. Di Jawa Tengah hanya ada dua kabupaten yang dapat bintek pada tahun 2017 ini,” jelasnya.

Menurut Pudjo, pembinaan pendidikan keluarga sangat berperan dalam pengembangan awal pendidikan. Sebab, pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama serta memiliki pengaruh besar terhadap perilaku individu.

Dijelaskan, saat ini di Grobogan memiliki TK sebanyak 758 unit, kelompok bermain (387), SD (815), SMP (135), tempat penitipan anak (7), dan PAUD (110). Banyaknya lembaga itu bisa dijadikan modal integrasi pengembangan pendidikankeluarga sehingga kedepan dapat memperkuat kemitraan. Yakni, antara keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman dan menyenangkan.

Melalui kemitraan itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih peduli dan terlibat pendidikan dan selalu terlibat mendampingi putra-putrinya. “Dengan kemitraan akan terbangun iklim belajar yang kondusif baik dirumah dan di sekolah. Dampak ke depan akan bisa menumbuhkan nilai luhur seperti kejujuran, kerja keras, gotong-royong dan budaya prestasi,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...