Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Biar Aman, Fosil Stegodon di Banjarejo Grobogan Diperlakukan Seperti ini Sebelum Diangkat

Fosil stegodon yang ditemukan di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo dikasih cairan perekat supaya tidak rusak. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya penyelamatan temuan fosil gajah purba jenis stegodon di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus memang diputuskan dilakukan setelah Lebaran mendatang. Namun, sebelum benda purbakala itu diangkat dari lokasi penemuan, harus ada perlakuan khusus terhadap fosil yang usianya sekitar 1 juta tahun tersebut.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, saat ini fosil yang masih ada di lokasi penggalian sedang diperkuat. Caranya, fosil tersebut dilaburi cairan khusus.

“Fungsi cairan sebagai perekat dan memperkuat fosil. Proses pemberian cairan dilakukan oleh anggota komunitas peduli fosil,” jelasnya.

Cairan khusus tersebut diberikan oleh pihak Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Pihak BPSMP sebelumnya juga sudah memberikan pelatihan pada sejumlah anggota komunitas terkait cara menggunakan cairan tersebut pada fosil.

“Pemberian cairan ini tidak hanya sekali saja. Tetapi perlu diulang beberapa kali supaya fosilnya makin keras dan tidak pecah. Fosil yang sudah terlihat dari dalam tanah rentan rusak karena factor cuaca. Jadi harus ada perlakuan khusus agar fosilnya jangan sampai rusak,” sambung Taufik.

Menurut Taufik, sebelum fosil stegodon yang ditemukan diangkat, pihaknya melakukan penjagaan full time di lokasi penemuan. Hal itu dilakukan lantaran lokasi penemuan fosil itu cukup jauh dari pemukiman warga. Yakni berada di tegalan di dataran tinggi yang jaraknya sekitar 500 meter dari perkampungan Dusun Kuwojo.

Untuk menuju lokasi harus melalui jalur sempit mulai dari perkampungan terakhir. Akses ke lokasi hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua atau jalan kaki.

Bagi pengunjung yang naik mobil terpaksa harus dititipkan di rumah warga sekitar.

“Kita dirikan tenda di sebelah lokasi penemuan fosil untuk penjagaan. Kemudian di lokasi penemuan juga kita pasang terpal diatasnya supaya fosilnya tidak kena sinar matahari langsung,” cetus Taufik.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...