Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Alumni Unjuk Rasa Terkait Kasus Pemukulan Kepala Sekolah Terhadap Guru SMPN 3 Rembang

Suparno saat  melakukan unjuk rasa di depan SMPN 3 Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Alumni SMPN 3 Rembang mengecam keras kasus pemukulun yang dilakukan kepala sekolah terhadap seorang guru di sekolah tersebut pada Senin (12/6/2017) pagi, karena dinilai telah mencoreng wajah dunia pendidikan.

Suparno, alumni SMPN 3 Rembang tahun 1986 meluapkan kekecewaannya dengan melakukan unjuk rasa seorang diri di sekolah tersebut, pada Jumat (16/6/2017). Dengan membentangkan dua lembar kertas putih berisi tuntutan, yakni agar mencopot kepala sekolah yang memukuli guru bawahannya dan agar menjadikan keduanya sebagai staf biasa, Suparno melakukan orasi di depan sekolah.

“Saya malu dan kecewa dan kejadian itu. Seumur umur, saya baru menjumpai kasus itu baru pertama kali di sekolah ini,” ungkapnya dengan nada tinggi.

Dirinya meminta kepada Bupati Rembang dan pihak dinas terkait agar segera mengevaluasi kedua pihak, baik sang kepala sekolah maupun si guru.

“Saya minta Bupati Hafidz dan dinas-dinas yang berkaitan segera mengevaluasi kedua pihak. Kasus ini telah menjadi pusat perhatian masyarakat Rembang,” kata warga Tawangsari, Leteh, Rembang.

Ia menyayangkan kasus tersebut karena 20 persen anggaran Negara untuk pendidikan nasional guna mendidik karakter, seolah menjadi tidak berarti, sekaligus bertolak belakang dengan program perbaikan mental yang didengungkan Pemerintah.

“Pemerintah Kabupaten Rembang agar mengevaluasi kasus ini. Copot saja kepala sekolah dari jabatannya agar kasus semacam ini tidak terulang lagi. Kalau perlu stafkan saja keduanya,” tegas Suparno menuntut.

Editor : Kholistiono 

Comments
Loading...